Panen Raya di Jombang Tembus 13,6 Ton, Sumrambah : Bukti Inovasi Desa

Yovie Wicaksono - 9 April 2026
Panen Raya di Kabupaten Jombang, Tembus 13,6 Ton Padi. Foto : (Istimewa)

SR,Jombang – Hamparan sawah di Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tampak menguning dan berisi pada Selasa (7/4/2026). Di antara barisan tanaman padi itu, terselip optimisme baru bagi masa depan kedaulatan pangan Indonesia.

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Jawa Timur baru saja menggelar panen raya yang menjadi ajang pembuktian sebuah inovasi. Hasilnya mencengangkan: lahan yang dikelola petani setempat berhasil memproduksi 13,6 ton gabah per hektar, angka yang melampaui rata-rata produktivitas nasional.

Di balik kesuksesan ini, terselip sosok M. Irfan Rosidi (25), seorang petani muda yang juga kader PDI Perjuangan. Di tangannya, bertani bukan lagi sekadar tradisi, melainkan kerja saintifik yang presisi melalui kolaborasi dengan PT Saprotan Utama Nusantara.

Ketua KTNA Jawa Timur, Sumrambah, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, tak mampu menyembunyikan apresiasinya. Bagi Sumrambah, capaian Irfan adalah jawaban atas kekhawatiran minimnya minat generasi milenial dan Gen Z di sektor agraris.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemuda seperti saudara Irfan yang bersedia terjun langsung ke lumpur sawah. Ini bukti nyata bahwa pengelolaan pertanian berbasis ilmu pengetahuan (science) dan kesungguhan bisa menghasilkan output maksimal,” ujar Sumrambah.

Ia menegaskan, kemandirian pangan yang sejati harus dimulai dari tingkat desa. Namun, hal itu mustahil tercapai tanpa adanya keterlibatan anak muda yang memiliki kompetensi teknis dan dedikasi tinggi.

Senada dengan Sumrambah, Dewan Pakar KTNA Jawa Timur yang juga Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menekankan, kunci kesejahteraan petani saat ini adalah adaptasi.

“Petani dituntut adaptif terhadap teknologi. Keberhasilan di Desa Pacarpeluk menjadi bukti bahwa inovasi mampu mendongkrak produktivitas, yang ujungnya adalah peningkatan taraf hidup petani,” kata Ony.

Sinergi antara modernisasi alat dan regenerasi sumber daya manusia dipandang sebagai instrumen utama untuk mengubah wajah pertanian Indonesia menjadi lebih kompetitif dan bergengsi.

Keberhasilan panen ini juga mendapat sorotan dari sisi kebijakan. Wakil Ketua Bidang Pertanian dan Peternakan DPC PDI Perjuangan Jombang, Bambang Suirman, berharap prestasi Irfan bisa mengubah persepsi publik bahwa sektor pertanian adalah sektor yang menjanjikan.

Pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada “wong cilik” di sektor agraris, memastikan pendampingan teknis tetap tersedia, dan menjaga semangat gotong royong dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Melalui panen raya di Jombang ini, pesan yang disampaikan adalah saat teknologi bertemu dengan tangan dingin pemuda, kemandirian pangan bukan lagi sekadar impian di atas kertas. (fa/red)

 

 

Tags:

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.