Datangi DPRD Jatim, Seniman Desak Reog Ponorogo segera Didaftarkan ke UNESCO

Yovie Wicaksono - 26 April 2022
Perkumpulan Reog Ponorogo Surabaya (Purbaya) melakukan unjuk budaya di depan gedung DPRD Jatim, Senin (25/4/2022). Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Surabaya – Ratusan seniman yang tergabung dalam Perkumpulan Reog Ponorogo Surabaya (Purbaya) melakukan unjuk budaya di depan gedung DPRD Jatim, Senin (25/4/2022).

Ketua Purbaya, Siswandi mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai pengingat kepada Kementerian dan Pemerintah agar serius dan segera mendaftarkan Reog Ponorogo ke UNESCO.

Seperti diketahui, kabar bahwa Malaysia akan kembali mengklaim kesenian Indonesia, memicu berbagai aksi protes dari berbagai kalangan.

“Jangan sampai Malaysia itu mengklaim kedua kalinya, karena Malaysia ingin mendaftarkan tari barong ke UNESCO, itu  wujudnya tetap reog,” ujarnya.

Pihaknya pun mempertanyakan, apa yang  menghambat pendaftaran tersebut. Padahal, seluruh berkas telah disetujui dan sesuai untuk pendaftaran.

“Karena dari kemarin reog itu dinomorkan empat padahal data dari kami untuk didaftarkan itu sudah komplit,” jelasnya.

Tim pengusul seni pertunjukan reog Ponorogo, Hamy Wahjunianto menyebut, sebelumnya ada 4 nominasi warisan budaya tak benda yang akan diajukan ke UNESCO yakni jamu, Reog Ponorogo, tenun, dan tempe.

Dari keempat kategori tersebut, Reog Ponorogo lah yang dinyatakan layak untuk menjadi nominator ICH UNESCO pengusulan 2022 dan 2023.

“Reog masuk dalam kategori warisan budaya tak benda yang karena pandemi terancam punah sehingga mendesak untuk dilindungi, sesuai dengan prioritas UNESCO,” ungkapnya.

Mendengar hal tersebut, anggota Komisi E DPRD Jatim Hartoyo menyebut, akan segera mengkomunikasikan dengan Gubernur Jatim dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) agar proses pemberkasan dipercepat.

Pihaknya juga akan mendorong agar kedepannya ada anggaran untuk mempromosikan kesenian Indonesia ke mancanegara, sehingga tidak diklaim negara lain.

“Jadi jangan sampai lewat bulan Mei dan ada usulan jangan sampai terulang kembali. Kami juga akan mendorong agar ada anggaran untuk mempromosikan budaya Indonesia ke luar negeri,” ucap Hartoyo. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.