Pelatihan Bagi Pelaku UMKM Perintis di Masa Pandemi

Yovie Wicaksono - 4 October 2020
Pelatihan Bagi Pelaku UMKM Perintis di Masa Pandemi. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Kediri berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) kantor cabang Kediri, memberikan edukasi sekaligus pendampingan kepada 50 orang pelaku UMKM perintis, khusus bagi para pelaku UMKM yang sudah memiliki produk. 

Sebagai langkah awal, bentuk pelatihan dan pendampingan ini diimplementasikan dalam kegiatan workshop, yang dilaksanakan di Gedung Pasca Sarjana STAIN Kediri, Sabtu (3/10/2020).

Ketua Kadin Kota Kediri, M. Solikhin mengatakan, setelah kegiatan pelatihan ini selesai, nantinya akan dipilih lima orang pelaku UMKM perintis untuk dilakukan pendampingan selama dua bulan. Mereka yang terpilih ini akan diarahkan dan dibina untuk bisa menjadi pengusaha yang bisa bermain marketplace dan lainnya. 

Dalam hal ini, Kadin dan BI kantor perwakilan Kediri memiliki peran melatih mereka hingga berhasil meraih pasar. 

“Contoh, dulunya dia nggak bisa bermain marketplace, sekarang sudah bisa bermain marketplace. Bagaimana cara nge share nya nanti kita ajari,” ujar M. Solikhin. 

Jika sudah dianggap bisa meraih pasar, serta  omzetnya mulai meningkat pihak Kadin dan BI Kediri akan melepasnya. 

“Ilmu tidak akan hilang, ia (pelaku usaha)  akan mengembangkan dengan sendirinya. Setelah sudah berhasil monggo silahkan berjalan sendiri, dalam arti disini mereka sudah memiliki ilmu yang telah diajarkan,” ujarnya.

Selain memberikan pelatihan, pendampingan dan pendanaan, Kadin dan BI perwakilan kantor cabang Kediri juga ikut membantu para pelaku usaha tersebut untuk mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap produk yang dipasarkan.

“Nanti akan difasilitasi oleh Kadin, BI dan bekerjasama dengan MUI,” imbuhnya. 

Adapun peserta workshop bertema pelatihan dan pendampingan UMKM perintis, era digital 4.0 berbasis syariah dalam masa pandemi Covid-19 ini terdiri dari 2 kategori. Diantaranya adalah pengusaha yang sudah memiliki produk namun sistem pemasarannya dilakukan secara  offline, sementara pelaku usaha yang menggantungkan penjualanya melalui sistem online. Lima orang pelaku usaha yang terpilih nantinya, dinilai dari kualitas produk yang mereka miliki. 

“Nanti ada penilaian dari tim, semisal produk makanan dilihat dari higienisnya. kira-kira memenuhi syarat nggak. Kita pilih yang terbaik dan layak bisa berkembang,” ujarnya.

Seperti diketahui, BI Kediri bersama dengan Pemerintah Kota Kediri dan Kadin Kota Kediri, telah berhasil mengirimkan 170 sampel produk UMKM wilayah Kediri ke Diaspora Belanda dan Diaspora Australia pada 25 Agustus lalu.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyelenggaraan Virtual Expo UMKM Kediri 2020, yang diresmikan oleh Sekda Provinsi Jatim pada 30 Juli. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.