Covid-19 Dikabarkan Bisa Menular dari Sarung Tangan Petugas Rapid Test, Begini Faktanya

Yovie Wicaksono - 2 June 2020
Pemeriksaan rapid test warga yang terjaring patroli PSBB di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (3/5/2020) dini hari. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Banyak beredar narasi melalui pesan WhatsApp terkait potensi penularan virus corona (Covid-19) melalui sarung tangan tenaga medis yang melakukan rapid test maupun swab test massal.

Adapun isi dari pesan tersebut seperti berikut ;

“Mohon menjadi perhatian bagi diri kita sendiri maupun untuk keluarga dan kolega anda  semua.

Bila tiba-tiba anda terjebak dalam operasi rapid test dadakan/ujug ujug datang petugas yang mengharuskan mengikuti rapid tes, maka yang perlu diperhatikan adalah sarung tangan petugas, kalau sarung tangan yang dipakai hanya itu-itu saja (satu) yang dipakai, tanpa di ganti ganti, dimana setelah petugas itu pegang orang/pasien yang di rapid tes, kemudian tanpa ganti sarung tangan petugas lalu memegang anda, maka disinilah letak rawannya penularan virus nya, karena kita ngga tau dan petugas pun ngga tau, apakah orang yang dipegang sebelum kita tadi, orang tersebut positif/reaktif atau negatif.

Jadi penularan bukan karena kita berada ditempat umum saja, akan tetapi saat rapid test dilakukan massal atau perkelompok, kalau petugas sarung tangannya hanya yang dipakai saja tanpa diganti ganti, maka silahkan anda berhak untuk Menolak nya demi keselamatan kesehatan anda  sendiri”

Menanggapi pesan tersebut, dokter spesialis penyakit dalam di Surabaya, Silvia M. Pantouw mengatakan, seharusnya para petugas mengganti sarung tangannya setelah menangani pasien atau menyemprotkan cairan alkohol untuk menjaga kesterilan.

“Harusnya tetap ganti sarung tangan. Biasanya dirangkap 3 atau 4 kemudian dilepas yang paling luar. Kalau nggak, mereka pasti menyemprotkan alkohol atau hand sanitizer,” ujarnya, Selasa (2/6/2020).

Ia mengatakan, risiko penularan virus corona paling besar berawal dari droplet. Sehingga untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau selalu mengenakan masker saat berada di luar rumah.

“Risiko penularan besar itu dari droplet. Muncratan batuk yang akan menempel di mana-mana. Kalau semua pakai masker ya pastinya gak ada sumber penularan,” katanya.

“Perkara tidak ganti sarung tangan, bukan penularan utama. Apa bedanya dengan hazmat yang dikenakan petugas? Masa menangani satu pasien harus ganti hazmat? sarung tangan kan APD (Alat Pelindung Diri) untuk petugas, bukan untuk menularkan Covid,” imbuhnya.

Sebelumnya, narasi serupa, yakni penggunaan sarung tangan tak steril oleh petugas tes swab juga terjadi di Semarang.

Melansir Tribunjateng.com, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M Abdul Hakam mengatakan, para petugas Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam melaksanakan kegiatan rapid test maupun swab test dipastikan selalu mematuhi standar prosedur penggunaan APD.

“Petugas rapid atau swab test di Semarang selalu mengganti sarung tangan setiap kali ganti pasien. Jadi masyarakat tidak perlu resah atau khawatir dengan isu penularan Covid-19 melalui sarung tangan petugas seperti yang diberitakan dalam pesan kaleng tersebut,” ujar Hakam, Minggu (31/5/2020).

Demikian juga halnya pasien diharuskan cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer setelah mendapatkan pelayanan, sehingga tidak terjadi penularan virus.

“Kami menjamin semua aman, karena kita lakukan sesuai dengan protokoler pemutusan atau pencegahan covid-19 ini,” ungkapnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.