Kusnadi: Kemerdekaan adalah Sebuah Kebebasan yang Bertanggung Jawab

Yovie Wicaksono - 17 August 2019
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi mengatakan, makna kemerdekaan adalah sebuah kebebasan yang harus diiringi dengan sikap tanggung jawab.

Hal tersebut dinyatakan Kusnadi setelah acara Syukuran Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, di Aula Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Surabaya, pada Sabtu (17/8/2019) pagi.

“Makna kemerdekaan bagi saya itu adalah suatu kebebasan sebagai manusia, rakyat, suatu bangsa dengan tanggung jawab, bagaimana kebebasan itu harus kita lakukan dengan bertanggung jawab untuk bagaimana kita mengisi kemerdekaan itu, mengisi kebebasan itu,” ujarnya.

Kusnadi menambahkan, kebebasan itu dinikmati oleh semua orang, tidak hanya rakyat Indonesia tapi semua orang di muka bumi ini, karena pada hakikatnya manusia dilahirkan pada suatu bentuk kebebasan.

“Oleh sebab itu tidak boleh ada penjajahan atau penindasan dalam bentuk apapun dimuka bumi ini,” imbuhnya.

Jika ada pihak yang menganggap bahwa Indonesia belum merdeka, Kusnadi mengajak untuk melihat kembali sejarah bangsa Indonesia, bahwa sudah banyak kenikmatan yang dirasakan. Segala sesuatunya hanyalah sebuah proses yang tentu membutuhkan waktu.

“Saya kadang heran kalau ada orang yang merasa bahwa kita belum merdeka, kita masih susah, padahal sudah banyak kenikmatan yang kita rasakan. Maka marilah kita coba kilas balik sejarah kehidupan kita, kehidupan bangsa kita. Percayalah bahwa hari ini itu lebih baik daripada kemarin, besok akan lebih baik dari hari ini. Segala sesuatunya itu adalah proses, dan proses itu membutuhkan waktu,” katanya.

Kusnadi juga mengajak semua elemen untuk bersama-sama mengisi kemerdekaan itu sendiri. “Saya ingin kemerdekaan itu tidak hanya dirasakan oleh sebagian masyarakat saja, tapi semua rakyat Indonesia dan semua manusia di bumi ini,” ujarnya.

Mengenai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia yang bertemakan SDM Unggul, Indonesia Maju ini, Kusnadi mengingatkan, untuk menjadi unggul bukan hanya mengandalkan akal pikiran, prestasi, dan inovasi semata, namun juga memilik hati untuk menjadi manusia seutuhnya.

“Kita memang harus berkompetisi, untuk berkompetisi kita perlu berinovasi, memiliki ketrampilan dan kecerdikan, tapi jangan lupa bahwa kita ini manusia yang juga punya hati, maka jadilah manusia seutuhnya. Pintar, cerdik, memiliki kemampuan berinovasi itu harus untuk kehidupan masyarakat yang akan datang, tapi kita juga harus punya hati, dan jangan lupa bahwa kita adalah bangsa Indonesia,” tandasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.