Bus KPK Hadir di CFD Surabaya

Yovie Wicaksono - 14 July 2019
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Ketua KPK Thony Saut Situmorang, serta Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono dalam Sosialisasi Antikorupsi di Car Free Day (CFD) Darmo, Surabaya, pada Minggu (14/7/2019). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Sosialisasi Antikorupsi kepada para pengunjung Car Free Day (CFD) Darmo, Surabaya, pada Minggu (14/7/2019). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari roadshow bus “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi” 2019 di Kota Surabaya, Jawa Timur, selama tiga hari, yakni 12-14 Juli 2019.

Wakil Ketua KPK, Thony Saut Situmorang mengatakan, melalui sosialisasi ini pihaknya ingin menjaga orang-orang baik di Surabaya serta mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pendidikan antikorupsi.

“Surabaya sudah keren, disini kami datang untuk menjaga orang-orang baik di Surabaya agar tidak dibawa KPK pakai rompi orange,” ujarnya.

Saut mengatakan, setiap kota yang telah dikunjungi bus KPK, memiliki keunikannya sendiri, tak terkecuali Surabaya yang memiliki given berupa pemimpin yang berintegritas dan tatanan pemerintahan kota yang baik.

“Saya mengatakan Surabaya itu memiliki given. Bagi KPK itu jauh lebih mudah, tinggal meningkatkan lagi. Bahkan selama ini kita merekomendasikan beberapa wilayah untuk belajar dari Surabaya,” imbuhnya.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang turut hadir dalam acara tersebut berpesan kepada masyarakat Surabaya agar menjunjung nilai-nilai integritas dan mencegah korupsi mulai dari hal kecil.

“Mari kita tanamkan nilai integritas kepada anak, seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Kalau kita ajarkan itu, anak tidak akan tega menyakiti atau mengambil uang yang bukan haknya. Mari mulai cegah korupsi dari hal yang kecil,”  ujar Risma.

“Di Surabaya kalau mau ngurus apa-apa itu gratis, tapi ya harus antri. Jadi untuk bapak ibu tolong jangan goda staf saya dengan memberi suap. Bantu pemerintah untuk mencegah korupsi,” imbuh Risma.

Selain sosialisasi mengenai pencegahan korupsi, dalam acara tersebut juga digelar senam bersama, berbagai permainan menarik yang mengajarkan nilai kejujuran, sajian musik dan dongeng anak, masyarakt juga diajak untuk menandatangani petisi antikorupsi.

Dosen FISIP Untag Surabaya,  M. Kendry Widyanto yang hadir dalam acara tersebut juga mengapresiasi upaya KPK dalam membangun budaya antikorupsi di Indonesia.

“Saya bangga pada KPK yang telah getol berkeliling untuk membentuk anak-anak kita sedini mungkin mempunyai integritas dalam membangun bangsa melalui budaya antikorupsi. Saya juga berharap, Surabaya menjadi ikon kota bebas korupsi dari segala lini,” tandasnya.

Sekedar informasi, bus KPK ini akan mengunjungi 28 kabupaten/kota di Jawa Timur, Bali, dan Jawa Tengah. Setelah Surabaya, bus KPK akan mengunjungi Probolinggo (16-17 Juli 2019), Situbondo (19-21 Juli 2019), dan Banyuwangi (23-34 Juli 2019). (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.