BKKBN Ajak Keluarga Mulai Berwirausaha

Yovie Wicaksono - 12 June 2020
Logo BKKBN

SR, Jakarta – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr Hasto Wardoyo mengajak keluarga di Indonesia untuk meningkatkan pendapatan ekonomi melalui wirausaha kreatif digital.

Hasto juga mengajak remaja di kala usia produktif memanfaatkan daya karsanya menciptakan peluang usaha kreatif di kala sulit pandemi Covid-19, agar Indonesia meraih bonus demografi dan meraih bonus kesejahteraan.

Menurut Hasto, pencapaian target kesejahteraan masyarakat yang sudah digalang pemerintah saat ini tersendat akibat pandemi Covid-19.

Covid-19 juga memperburuk pertumbuhan konsumsi rumah tangga, melambat sebesar 3,2 persen dalam skenario berat atau 1,6 persen dalam skenario sangat berat.

Tak hanya itu, kinerja ekspor menurun sebesar 14 – 15,6 persen, akan mendongkrak angka dalam skenario berat tambah 5,2 juta, dari angka pengangguran selama ini 7,05 juta jiwa (data BPS) dengan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) 5,28 persen.

Namun, Hasto melihat ada optimisme bangsa Indonesia. Yakni, besarnya jumlah penduduk usia produktif merupakan modal lompatan bagi bangsa untuk menjadi negara maju dan kaya.

Yang terpenting, kata Hasto, pandemi Covid-19 dijadikan peluang merintis kewirausahaan sehingga mendorong penciptaan lapangan kerja baru.

Jika wirausaha mikro keluarga, atau kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS) digenjot maka pendapatan keluarga naik. Produktivitas tinggi pada keluarga bisa mempercepat transformasi bonus demografi jadi bonus kesejahteraan.

Guna meningkatkan penghasilan keluarga diperlukan beberapa syarat, yakni adanya produk yang memiliki peluang pasar, sumber modal, dan kelompok jaringan pasar.

Hasto, untuk itu mengajak keluarga Indonesia membangun karya cipta, jeli melihat dan menciptakan peluang usaha dengan prinsip kerja cerdas dan tuntas, bekerja tulus dan tekad yang kuat.

“Kita ingin para remaja kita memiliki mental kuat pula karena dididik keluarga saat sulit begini. Punya jiwa mental mandiri dan sejahtera, dan memegang prinsip sebelum berprestasi jangan dulu prestise,” jelas Hasto. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.