Aplikasi  Biozfer, Permudah Saintis Peroleh Bahan Penelitian

Yovie Wicaksono - 25 October 2019
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair) Chairunisa Firdaus  bersama rekan-rekannya yang merintis aplikasi Biozfer. Foto : (Humas Unair)

SR, Surabaya – Berawal dari keresahan akan susahnya mencari alat dan bahan penelitian, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair) Chairunisa Firdaus  bersama rekan-rekannya merintis aplikasi Biozfer.

Biozfer merupakan sebuah aplikasi smartphone yang berisi marketplace alat bahan penelitian dan media kreatif bidang sains di Indonesia. Aplikasi itu diciptakan karena belum adanya brand media kreatif yang membahas berbagai perkembangan sains di Indonesia sesuai dengan minat generasi millenial saat ini. Tujuan dibuatnya Biozfer adalah untuk turut berkontribusi dalam memajukan dunia sains Indonesia agar lebih dinamis.

“Ide membuat aplikasi tersebut datang ketika saya secara tidak sengaja membantu kakak tingkat teman saya di universitas lain untuk mendapatkan isolat mikroba. Hal tersebut membuat saya berpikir bagaimana supaya pencarian alat dan bahan penelitian lebih mudah dan efisien,” jelas Chairunisa.

Chairunisa mengatakan, keunggulan Biozfer adalah sebagai marketplace yang khusus menyediakan alat dan bahan penelitian, mulai dari tabung reaksi hingga isolat mikroba. Biozfer juga mencantumkan spesifikasi yang jelas tentang alat yang dijual dan laboratorium terpercaya yang dapat menyediakan bahan penelitian.

Selain itu, Biozfer memiliki konten media kreatif yang juga bekerja sama dengan influencer maupun tokoh di bidang sains dalam pembuatannya. Contohnya adalah B-Caster (podcast) yang telah bekerja sama dengan dosen muda, peneliti, dan mahasiswa yang berbagi pengalamannya dalam mencapai berbagai prestasi nasional-internasional.

“Dengan adanya Biozfer semoga dapat mempermudah para pegiat sains di Indonesia dalam mencari alat dan bahan penelitian. Selain itu, Biozfer menyediakan layanan meliputi B-Talk (video), B-Caster (podcast), dan B-Magz (Artikel) yang dapat diakses melalui aplikasi,” tambahnya.

Hadirnya Biozfer diyakini mampu mempermudah mahasiswa, dosen, dan pegiat sains di Indonesia dalam proses penelitiannya. Manfaat lain, yakni mudahnya akses pada aplikasi Biozfer dan didukung tampilan antar muka yang tidak membosankan.

Ke depannya Biozfer me-launching aplikasi versi kedua yang telah dilengkapi marketplace dengan mitra berbagai toko dan laboratorium penelitian sains. Hal tersebut akan memudahkan pencari dalam mendapatkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk penelitian.

Menurut Chairunisa, biozfer dalam perintisannya berhasil mendapatkan pendanaan melalui kegiatan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2018 oleh PPKK Unair dan juga Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) 2019 oleh Risetdikti. Melalui lomba tersebut, biozfer akhirnya dapat melakukan kegiatan lainnya seperti launching apps versi pertama yang telah diunggah melaui Google Playstore pada 2 September 2019.

Selain itu juga melakukan marketing online dan offline, branding serta meluaskan jaringan ke skala yang lebih luas lagi seperti kegiatan International Invention and Innovation Competition di Selangor, Malaysia pada bulan November mendatang. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.