Sambut Iduladha, Warga Suku Osing Banyuwangi Gelar Tradisi Tumpeng Sewu
SR, Banyuwangi – Masyarakat Suku Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, kembali menggelar tradisi adat Tumpeng Sewu pada Kamis (22/5/2026).
Ritual turun-temurun yang dilaksanakan setiap awal bulan Dzulhijjah ini digelar sebagai bentuk doa bersama dan tolak bala untuk memohon keselamatan menjelang Hari Raya Iduladha.
Ribuan tumpeng berisi menu wajib pecel pitik dijajarkan di sepanjang jalan desa untuk disantap bersama oleh warga secara lesehan pada malam hari.
Ketua Adat Osing Kemiren, Suhaimi, menjelaskan bahwa Tumpeng Sewu memiliki akar sejarah yang kuat sebagai ritual penyelamat desa dari wabah penyakit atau pagebluk di masa lampau.
“Dulu Tumpeng Sewu dilakukan sebagai bentuk tolak bala ketika desa terkena pagebluk. Warga membuat tumpeng dan berkumpul untuk berdoa bersama meminta keselamatan,” kata Suhaimi, Kamis (22/5/2026).
Suhaimi menambahkan, tradisi ini terus dijaga kelestariannya karena memuat nilai spiritual sekaligus sosial yang tinggi. Menurutnya, esensi utama dari acara ini tidak sekadar makan bersama, melainkan untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga serta menjaga warisan leluhur agar tidak punah.
Selain Tumpeng Sewu, warga Desa Kemiren juga menggelar ritual pendukung berupa mepe kasur atau menjemur kasur berwarna merah-hitam secara serempak. Ritual jemur kasur ini dimaknai secara simbolis oleh masyarakat setempat sebagai upaya membersihkan diri dan lingkungan suci sebelum memasuki bulan besar keagamaan. (*/ant/red)
Tags: banyuwangi, idul adha, superradio.id, tumpeng sewu, warga osing
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





