Pendaki Remaja Tewas Terseret Arus Air di Gunung Penanggungan

Rudy Hartono - 9 December 2024
Proses evakuasi jasad korban oleh Tim gabungan , SAR, TNI, POLRI, BPBD dan Relawan di Pos Pendakian Gunung Penanggungan di pos Jolotundo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Jumat (6/12/2024) malam. (sumber:rri)

SR, Mojokerto – Seorang perempuan pendaki berinisial ZIA (17) asal Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, ditemukan tewas akibat terseret arus air di jalur pendakian Gunung Bekel, kawasan Gunung Penanggungan, Kabupaten Mojokerto.

Korban dilaporkan hilang pada Jumat (6/12/2024) dan ditemukan sekitar pukul 21.30 WIB di Dam Klerek, anak Gunung Penanggungan, setelah operasi pencarian yang melibatkan 15 personel Tim SAR dan relawan.

Korban, seorang pelajar, mendaki bersama rekannya berinisial MU (17), warga Mojoagung, Jombang. Mereka mendaki melalui jalur Jolotundo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, sekitar pukul 12.00 WIB.

Insiden ini terjadi ketika korban bersama temannya hendak turun sekitar pukul 15.20 WIB, namun saat itu kondisi cuaca di kawasan tersebut diguyur hujan deras.

Kepala Sub Seksi (KSS) Wisata, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Perhutani Pasuruan, Maryono, mengungkapkan bahwa insiden ini terjadi ketika korban dan temannya hendak turun sekitar pukul 15.20 WIB. Namun, saat itu kondisi cuaca di kawasan tersebut diguyur hujan deras. Mereka melintasi coban musiman Watu Talang.

“Saat akan turun sekitar pukul 15.20 WIB, sesampainya di bawah pos 3 terjadi hujan deras, sehingga korban dan saksi turun melewati Watu Talang. Namun, tiba-tiba datang air besar sehingga korban terseret arus. Rekannya berhasil menyeberang,” ucap Maryono.

Jasad korban ditemukan tim penyelamat sekitar 1,5 kilometer dari awal terseretnya korban. Saat ditemukan, jasad korban berada di atas batu dalam kondisi meninggal dunia.

“Sedangkan rekannya berhasil menyelamatkan diri. Barang-barang milik korban, seperti topi, celana, dan pakaian, ditemukan terlebih dahulu oleh tim SAR gabungan,” katanya.

Berdasarkan keterangan saksi, yakni teman korban, sebelum terseret air, ZIA sempat berpegangan pada ranting, tetapi derasnya arus air menyebabkan korban terbawa arus.

“Sehingga rekannya melanjutkan turun ke pos pendakian jalur Jolotundo. Pukul 16.30 WIB, rekannya sampai di pos pendakian via Jolotundo dan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas yang berjaga di pos pendakian,” ucapnya.

Pencarian ini melibatkan tim gabungan dari Polsek, Koramil, RPH Trawas, LMDH, BPBD Kabupaten Mojokerto, relawan, dan beberapa tim SAR dari jalur pendakian di Tamiajeng, Kedungudi, dan Jolotundo.

“Evakuasi awal jenazah korban dibawa ke basecamp pendakian Jolotundo sekitar pukul 23.10 WIB, kemudian dievakuasi ke RSUD Sumberglagah untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya. (*/rri/red)

 

Tags: , , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.