YKI : Persentase Penyakit Tidak Menular di Indonesia Mencapai 70 Persen

Fena Olyvira - 26 July 2019
Konferensi Pers Rumusan Rakornas 2019 YKI di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (26/7/2019). Foto : (Antara)

SR, Jakarta – Kepala Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. Aru Sudoyo mengatakan, persentase penyakit tidak menular atau non communicable disease (NCD) di Indonesia saat ini sudah mencapai 70 persen.

“Jadi kita menghadapi satu masalah yang amat besar, yaitu meningkatnya penyakit tidak menular atau non communicable disease,” katanya dalam Konferensi Pers Rumusan Rakornas 2019 YKI di Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Melansir Antara, ia menyebutkan pada umumnya, dalam 20 tahun terakhir ada transisi atau perubahan gaya hidup yang jelas sekali terlihat di dalam masyarakat.

Perubahan gaya hidup yang dimaksud adalah gaya hidup tidak sehat seperti merokok, begadang, kurang berolahraga dan terlalu banyak makan seiring meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Perubahan gaya hidup yang menjadi semakin tidak sehat itu meningkatkan jumlah penyakit tidak menular di Indonesia.

Sebelumnya, ia menyebutkan persentase penyakit tidak menular di Indonesia hanya ada 37 persen dari semua jenis penyakit. Namun, saat ini persentasenya bertambah menjadi 70 persen.

Penyakit tidak menular itu di antaranya adalah diabetes, hipertensi dan kanker.

Penyakit menahun seperti diabetes, kata Aru, justru lebih memudahkan munculnya penyakit kanker.

Penderita penyakit tidak menular tersebut umumnya datang ke dokter saat sudah stadium lanjut, sehingga sulit untuk disembuhkan.

Banyaknya pasien penyakit yang datang setelah stadium lanjut juga membebani pemerintah karena memerlukan pengobatan dengan biaya cukup besar.

Karena itu, YKI berupaya mengedukasi masyarakat sehingga mereka mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan sebagai tindak pencegahan.

Aru kembali menegaskan, upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, dengan banyak berolahraga, menghindari rokok dan mengonsumsi makanan dengan pola makan yang sehat. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.