Wisuda Pembawa Rezeki Pedagang Bucket

Yovie Wicaksono - 11 December 2021
Binti Nur Hayati saat merangkai bucket bunga di Hotel Utami Sidoarjo, dalam wisuda Universitas Kartini Surabaya, Sabtu (11/12/2021). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Sidoarjo – Wisuda tak hanya menjadi momentum yang ditunggu oleh mahasiswa dan orang tuanya, namun juga bagi pedagang bucket wisuda. Salah satunya adalah Binti Nur Hayati.

Ibu dari empat anak dan lima cucu yang berdomisili di kawasan Girilaya Surabaya ini sudah sekira 25 tahun berjualan bucket di tiap gelaran wisuda.

Dari satu tempat wisuda ke tempat wisuda yang lain, ia menjajakan hasil karyanya mulai dari bucket boneka, bucket bunga asli, bucket bunga plastik, hingga piala boneka wisuda yang dipacking kotak mika dengan harga bervariasi tergantung besar kecil ukuran.

“Kalau yang bucket mawar asli ataupun bunga plastik harganya mulai Rp 35-50 ribu tergantung besar kecil. Bucket snack Rp 15-30 ribu, lalu piala boneka wisuda Rp 35.000 dan bucket boneka ada yang harga Rp 35 ribu, Rp 65 ribu, Rp 75 ribu sampai Rp 100 ribu,” ujarnya saat ditemui di Hotel Utami Sidoarjo, dalam wisuda Universitas Kartini Surabaya, Sabtu (11/12/2021).

Ia mengatakan, piala boneka wisuda menjadi barang favorit pembeli tiap kali ia berjualan. Dalam satu kali acara wisuda, ia mengaku minimal 10 barang dagangannya laris terjual.

“Kalau waktu ramai ya bisa menjual sampai 50 bucket lebih,” imbuh Nur Hayati.

Tak hanya berjualan di kawasan Surabaya dan Sidoarjo saja, bucket hasil rancangannya sendiri ini juga dijajakkan hingga Ponorogo dan Probolinggo dengan menggunakan mobil.

“Ya kadang kalau jualan saat ada wisuda di Ponorogo dan Probolinggo itu gak balik modal kalau sepi, hanya cukup untuk bensin sama makan saja. Tapi ya namanya usaha, pasti ada untung ruginya,” katanya.

Nur Hayati merangkai bunga dan boneka beserta bahan lain seperti pita, kertas hias, dan mika menjadi satu bucket dalam waktu tak sampai 5 menit.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Nur Hayati bersyukur, karena usahanya mulai kembali bergeliat setelah sempat rehat hampir 2 tahun.

“Selain jualan bucket, saya juga jualan mainan di sekolah. Itupun juga terdampak pandemi karena sekolahnya tutup. Sekarang Alhamdulillah sudah mulai ada wisuda offline jadi bisa jualan lagi setelah hampir 2 tahun tidak berjualan,” tandasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.