Pelukis Lintas Agama Meriahkan Natal di Gereja Santo Yakobus Surabaya

Rudy Hartono - 26 December 2024
Para jemaat yang mengikuti misa Natal mengagumi karya-karya seni lukis yang dibuat on the spot oleh para pelukis lintas agama di Gereja Santo Yakobus Surabaya, Rabu (25/12/2024). (foto:niken oktavia/superradio.id)

SR, Surabaya — Perayaan Natal 2024 di Gereja Katolik Santo Yakobus, berlangsung meriah dengan hadirnya acara melukis on the spot yang melibatkan tujuh pelukis lintas agama, Rabu (25/12/2024).

Acara yang baru pertama kali diadakan ini bertujuan tidak hanya untuk memeriahkan Natal, tetapi juga gelaran memperingati ulang tahun ke-17 Paroki Santo Yakobus.

Ketua Panitia Natal 2024, Hendra Wijaya, menjelaskan hasil lukisan dari 7 seniman akan dilelang, dan dana yang terkumpul digunakan untuk kegiatan sosial di lingkup gereja.  “Rangkaiannya mulai kemarin, kami sudah melaksanakan misa Natal. Hari ini, acara melukis dimulai pukul 13.00, dan lelang diadakan pada pukul 18.30,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hendra menuturkan, kegiatan melukis dan lelang ini pertama kali digelar. Sebelumnya, bentuk kerjasama dengan komunitas seniman lintas agama adalah dengan saling membantu dalam acara keagamaan seperti membantu keamanan dan ketertiban acara.

“Ini adalah bentuk kerja sama yang baru antara gereja dengan komunitas seniman lintas agama di Surabaya dan akan menjadi agenda rutin,” ungkapnya.

Hendra menambahkan, tema Natal tahun ini adalah “Magical Christmas,” yang mencerminkan momen Natal sebagai peristiwa ajaib, suci, sakral, penuh sukacita, dan kedamaian. Dengan adanya acara ini, diharapkan tidak hanya umat Kristiani yang merasakan sukacita, tetapi juga masyarakat lintas agama. “Harapannya Semoga kita semakin guyub rukun tak terbatas dengan agama,” pungkasnya.

Sementara itu, Supa’at Margi, salah satu pelukis yang berpartisipasi, mengungkapkan kebahagiaannya dapat terlibat dalam acara ini.  “Saya sangat senang, apalagi acara ini memiliki tujuan sosial. Ini pertama kalinya kita buat acara melukis di gereja, dan saya sangat antusias,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Supa’at melukis potret close-up Yesus dengan mahkota, menggambarkan Yesus sebagai raja dengan nuansa pengorbanan seorang pemimpin. “Semoga melalui lukisan ini, bisa berkontribusi dalam kegiatan sosial gereja,” tambahnya.

Selain Supa’at ada beberapa seniman dan budayawan lainnya, yakni I Ketut Gede Susila Widiastra, pelukis Hindu dengan karya “Harmoni dan Cahaya Hati, Djagad Ngadianto seniman penghayat kepercayaan dengan karya “Sang Pamarta”,  pelukis Desemba S Titaheluw dengan judul “Yesus Berdoa di Situasi Dunia sedang Tak Baik-baik Saja), pelukis Buggy Budijanto dengan karya “Ragam Kupu Kupu di gereja Santo Yakobus”, pelukis  Kak Herry dengan karya “Umat dan Gereja Santo Yakobus diangkat ke Surga” dan pelukis Hongky Zein dengan karya “Sketsa Perayaan Natal 2024 di Santo Yakobus”.

Acara berlangsung meriah dengan acara ramah tamah yang dihadiri tokoh lintas agama dan umat paroki Santo Yakobus. Dilanjutkan dengan makan bersama, doorpize, penampilan musikal dan prosesi lelang 7 lukisan dengan total nilai lebih dari Rp15 juta. (nio/red)

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.