Untari Contohkan Keberhasilan Kepemimpinan Perempuan sebagai Pelecut Terwujudnya Kesetaraan Gender

Yovie Wicaksono - 9 June 2022

SR, Surabaya – Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur menggelar webinar dengan tema “Peran Kepemimpinan Perempuan dalam Percepatan SDGs Indonesia”, dengan pemateri diantaranya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Dekopin Sri Untari, dan Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak Lenny N. Rosalin.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah menyampaikan, upaya untuk bisa mewujudkan kesetaraan gender itu sudah dilakukan oleh Pemprov Jatim. Untuk bisa mendorong percepatan terwujudnya kesetaraan gender ini, dia memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bisa terlibat secara aktif.

“APBD Jawa Timur, 36 persen kita alokasikan untuk pendidikan. Kita berharap SDM di Jawa Timur akan melakukan lompatan-lompatan. Terutama dalam aspek lompatan kapasitas,” ungkap Khofifah, Kamis (9/6/2022).

Peningkatan kapasitas ini, menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan untuk bisa mewujudkan kesetaraan gender di tengah-tengah masyarakat. Sebab ketika secara kapasitas personalia SDM perempuan di Jawa Timur unggul, maka perempuan tidak akan dipandang sebelah mata.

Sementara Ketua Umum (Ketum) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Sri Untari Bisowarno menegaskan, meningkatkan kualitas hidup dan peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat adalah tujuan utama daripada Sustainable Development Goals (SDGs), point ke-5 tentang kesetaraan gender. 

Kesetaraan gender itu dapat diraih apabila setiap perempuan itu berhasil menjadi pribadi yang mandiri. Untari menyebutkan bahwa selama 26 tahun dirinya telah bergelut di bidang pemberdayaan perempuan melalui koperasi.

“Apasih relevansi koperasi dengan sdgs yang kita bawa sekarang. Sebenarnya kaitannya banyak, tapi kami di Koperasi SBW Malang berupaya, bagaimana perempuan ini bisa bicara, bisa mendapatkan kemampuan ekonomi yang baik, bisa mengikuti perkembangan zaman. Itu merupakan upaya kami agar perempuan ini kemudian tidak dipandang sebelah mata,” ungkap Sri Untari.

Selama menjadi Ketua Umum Koperasi SBW Malang, setidaknya terdapat 4 indikator yang telah diterapkan yaitu akses, kontrol, dan manfaat. Yang keempat aspek itu, dikolaborasikan dengan Sistem Tanggung Renteng guna menciptakan perempuan-perempuan yang mandiri dan bertanggung jawab.

Sehingga, kemandirian perempuan dalam berbagai aspek menjadi kunci utama, yang menurut Untari akan bisa mewujudkan kesetaraan gender yang dimaksudkan dalam poin kelima dari SDGs. 

“Mereka semuanya (anggota, Red) melalui sistem tanggung renteng kita tanamkan agar mempunyai harga diri dan rasa malu. Sehingga melalui sistem inilah menjadikan perempuan-perempuan ini untuk bisa berdiri diatas kaki sendiri,” ucapnya.

“Minimal ketika perempuan ini ekonominya kuat, dia akan punya bargaining position yang kuat dalam keluarga,” tambah Untari.

Maka salah satu faktor pendorong kemandirian dari kaum perempuan adalah memberikan contoh yang baik yang diwujudkan dalam kepemimpinan kaum perempuan dalam lembaga maupun organisasi kemasyarakatan yang mampu memberikan inspirasi dan teladan bagi lingkungan disekitarnya.

“Kepemimpinan perempuan, ada Bu Khofifah sebagai Gubernur, kemudian saya sebagai Anggota DPRD dan Ketum Dekopin juga Koperasi SBW terbukti memberikan kontribusi positif untuk membangun SDGs poin 5 terkait kesetaraan gender,” tuturnya.

Ketika secara kepribadian dan ekonomi perempuan telah mampu menjadi seorang insan yang mandiri, maka tahapan selanjutnya adalah bagaimana pelibatan aktif kaum perempuan dalam pembangunan nasional.

Apabila seluruh aspek ini dapat berjalan secara baik, Untari meyakini bahwa Indonesia akan dapat berkembang dengan baik, sebab perempuan adalah tiang penyangga kehidupan di keluarga, masyarakat, dan negara. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.