Soal Covid-19, Penyandang Disabilitas Perlu Informasi Aksesible

Yovie Wicaksono - 17 April 2020
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat merilis update penyebaran Covid-19 di Jatim di gedung negara Grahadi Surabaya, Jumat (27/3/2020). Foto: (JNR)

SR, Surabaya – Akses informasi dan sosialisasi pandemi virus Corona atau Covid-19 dirasa masih kurang ramah disabilitas. Padahal, salah satu hak penyandang disabilitas dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas pasal 5 nomor 1T, adalah berhak berekspresi, berkomunikasi, dan memperoleh informasi.

Dosen sekaligus guru besar Antropologi Univeritas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Myrtati Dyah Artaria mengatakan, penyandang disabilitas sama saja dengan masyarakat lain.  “Ketika seseorang membuat video informasi, sebaiknya memikirkan apakah dapat diakses baik oleh kaum tuli maupun tuna netra,” ujarnya, pada Jumat (17/4/2020).

Ia menambahkan, website radarcovid19.jatimprov.go.id dan forumcovid19.jatimprov.go.id, saat ini belum aksesible untuk pengguna aplikasi pembaca layar.

“Memang dari segi tampilan bagus bagi orang yang melihat. Namun bagi kami itu sangat tidak akses karena banyak gambar, logo, yang tidak diberi alternatif teks. Jadi kita tidak tahu itu tombol apa,” jelasnya.

Myrtati mengatakan, semua orang wajib berperan dan peduli dengan keberadaan disabilitas yang tidak bisa disangkal, termasuk disabilitasnya sendiri. Menurutnya, media informasi yang aksesible sangatlah penting, supaya tidak bersebaran info-info yang tidak jelas di kalangan para disabilitas.

Disisi lain, ia beharap puskesmas setempat harus mulai memperhatikan disabilitas di daerahnya, terutama di masa pandemi Corona ini.

“Puskesmas setempat juga harus mulai memperhatikan disabilitas di daerahnya. Seperti bagaimana PHBS-nya, sudah pakai masker atau belum, dan lainnya,” imbuhnya.

Kemudian, relawan yang disabilitas juga bisa mengajak teman-temannya untuk lebih hidup sehat lagi. Mereka yang ada di barisan programmer pembuat media informasi di web atau apps, juga harus tahu, aksesibilitas web dan aplikasi itu seperti apa. Serta membuat diskusi dengan disabilitas, bahwa web dan apps mereka sudah akses atau belum. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.