Kenzo Yusman, Mahasiswa Unair yang Sabet Gelar Mawapres Disabilitas
SR, Surabaya – Kekurangan bukan menjadi batasan bagi seseorang menggapai mimpi, prestasi, dan cita-cita. Ungkapan itu yang sepertinya sangat cocok menggambarkan Kenzo Yuswan, mahasiswa angkatan 2022, program studi S1 Ilmu Hukum, Universitas Airlangga (Unair).
Kenzo memang terlahir tuna netra, namun hal itu tidak menghalanginya untuk menggapai segala prestasi dan cita-citanya. Di usianya yang masih 22 tahun, ia telah menyabet Juara 1 Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Universitas Airlangga (UNAIR) tahun 2026 untuk kategori jalur disabilitas.
Capaian ini bukan sekadar gelar, melainkan sebuah manifestasi dari semangat intelektualitas dan advokasi kemanusiaan.
Keberhasilan Kenzo tidak datang secara tiba-tiba. Mahasiswa yang memiliki ketertarikan mendalam pada isu Hak Asasi Manusia (HAM) ini memiliki segudang prestasi.
Pada tahun 2025, ia menjadi pembicara dalam konferensi internasional HAM. Di sana, ia memaparkan materi mengenai tanggung jawab negara dalam memenuhi akses pendidikan dasar bagi disabilitas sensorik.
Tidak hanya itu, Kenzo juga tercatat pernah menjalani program magang penelitian di Mahkamah Konstitusi (MK) pada tahun 2025. Di lembaga tinggi negara tersebut, ia mendalami penelitian mengenai aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dalam proses peradilan di MK.
“Pengalaman di MK sangat berkesan karena saya bisa bertemu langsung dengan para hakim dan pakar hukum, serta mengamati jalannya persidangan secara langsung,” ujar Kenzo yang dilansir Kompas.com, Kamis (9/4/2026).
Proses menuju juara tentu tidak mudah. Kenzo harus melewati serangkaian seleksi. Mulai dari pengumpulan berkas capaian unggulan, pembuatan video perkenalan dalam bahasa Inggris, hingga sesi presentasi gagasan kreatif di hadapan juri. Terkait sesi tanya jawab menggunakan bahasa Inggris yang dihubungkan dengan Asta Cita, Kenzo mengaku menjadikannya sebagai sarana belajar.
“Bagi saya, ini adalah kesempatan untuk mengasah kemampuan argumentasi, berpikir kritis, dan komunikasi. Meski perlu waktu sedikit untuk berpikir saat menghubungkan gagasan dengan asta cita, Puji Tuhan semuanya bisa saya sampaikan dengan baik,” ungkapnya. (*/red)
Tags: berprestasi, disabilitas, kenzo yusman, Mahasiswa unair, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





