Tegaskan Komitmen Modernisasi Pemerintah, Indonesia Jadi Panutan Global

Yovie Wicaksono - 31 May 2019
Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho Berbicara pada Open Government Partnership Global Summit di Ottawa, Kanada, pada Jumat (31/5/2019). Foto : (Kantor Staf Presiden)

SR, Ottawa – Pemerintah Indonesia kembali terpilih menjadi anggota Dewan Pengarah, Open Government Partnership (OGP) yang merupakan kemitraan lebih dari 80 negara di dunia yang mengusung tema pemerintah yang bersih dan modern. Sebelumnya menduduki jabatan serupa pada periode 2015 – 2018, Indonesia dipercaya kembali pada periode 2019 – 2022.

Berbicara pada Open Government Partnership Global Summit di Ottawa, Kanada, pada Jumat (31/5/2019), Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho menyatakan bahwa kepercayaan ini merupakan wujud dari kinerja Pemerintahan Presiden Jokowi.

Menurut Yanuar, pemerintah tidak hanya konsisten mendorong kebijakan yang mendorong perbaikan layanan publik, tapi juga terus membenahi diri. “Terbitnya peraturan presiden terkait dengan pencegahan korupsi, sistem pemerintah berbasis elektronik, upaya mengenali penerima manfaat dari korporasi dijadikan cermin oleh komunitas internasional sebagai praktik pemerintahan yang progresif,” kata Yanuar.

Sementara itu, Direktur Eksekutif OGP Sanjay Pradhan menyatakan kepemimpinan Indonesia dalam praktik keterbukaan pemerintah sangat diperlukan sebagai contoh bagi panggung internasional. Indonesia berhasil menunjukkan bagaimana masyarakat sipil selalu dilibatkan dalam penyusunan dan penerapan kebijakan.

Sekedar informasi, Open Government Partnership merupakan kemitraan multilateral yang diprakarsai pada 2011 oleh delapan negara dan merupakan kemitraan internasional di luar Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memiliki pertumbuhan negara anggota tercepat. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.