Tiga Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Wafat di Tanah Suci

Rudy Hartono - 9 May 2026
Ilustrasi - Tim Kesehatan di Embarkasi Surabaya. (foto : vico wildan/superradio.id)

SR, Surabaya – Operasional pemberangkatan jemaah haji tahun 1447 H/2026 M di Embarkasi Surabaya telah memasuki fase krusial dengan lebih dari separuh jemaah telah diterbangkan ke Tanah Suci. Namun, di tengah kelancaran arus pemberangkatan yang telah mencapai 53 persen tersebut, kabar duka menyelimuti keluarga besar jemaah haji asal Jawa Timur. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengonfirmasi adanya laporan mengenai tiga orang jemaah yang wafat saat menjalankan ibadah di Arab Saudi.

Berdasarkan data resmi dari PPIH Embarkasi Surabaya per 8 Mei 2026, ketiga jemaah yang wafat tersebut berasal dari kelompok terbang (kloter) awal. Mereka adalah :

  1. Kamariyah Dul Tayib dari Kloter 8 asal Kabupaten Pasuruan
  2. Wachid dari Kloter 7 asal Kabupaten Pasuruan
  3. Fajar Puja Sasmita dari Kloter 11 asal Kota Malang.

Kepergian mereka menjadi pengingat akan beratnya tantangan fisik yang dihadapi jemaah selama menjalankan rukun Islam kelima di luar negeri.

Menanggapi laporan tersebut, Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa pihak PPIH terus berupaya memantau kondisi kesehatan jemaah sejak dari asrama hingga tiba di Arab Saudi demi meminimalkan risiko fatalitas selama ibadah berlangsung.

Dalam keterangannya, Mohammad As’adul Anam memberikan ucapan belasungkawa secara resmi kepada para jemaah yang telah berpulang.  “Kami turut berduka cita atas wafatnya jemaah haji asal Embarkasi Surabaya di Tanah Suci. Semoga almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tuturnya.

Wafatnya jemaah di Tanah Suci ini juga semakin memperkuat urgensi penerapan kriteria istitaah atau kemampuan kesehatan yang ketat. PPIH menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan untuk memastikan keselamatan jemaah. Hal ini juga berkaitan dengan keputusan-keputusan medis sulit, seperti pembatalan keberangkatan jemaah asal Jombang yang mengalami dementia demi mencegah risiko kesehatan dan keamanan yang lebih besar bagi jemaah itu sendiri.

Hingga saat ini, tercatat masih ada tujuh orang jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan dan tertahan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Dari jumlah tersebut, lima orang sedang dalam kondisi sakit dan dua lainnya merupakan pendamping yang setia menunggu pemulihan anggota keluarganya sebelum diperbolehkan menyusul ke kloter berikutnya.

Di sisi lain, operasional penerbangan dari Bandara Juanda menuju Arab Saudi dilaporkan masih berjalan dengan tingkat ketepatan waktu (On Time Performance) yang sempurna. Hingga kloter ke-61, seluruh jadwal penerbangan berjalan tepat waktu tanpa ada keterlambatan yang berarti. Total jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan hingga kini mencapai 23.519 orang dari target total 44.080 orang. (js/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.