Siswa SD Santa Maria Surabaya Berbagi 465 Paket Ramadan

Rudy Hartono - 19 March 2026
Para siswa SD Santa Maria berbaris rapi membagikan bingkisan Ramadan kepada para pengemudi ojek online, Rabu (18/3/2026) pagi.  (foto : vico wildan/superradio.id)

SR, Surabaya – SD Santa Maria Surabaya menggelar sebuah aksi sosial yang menyentuh hati bertajuk “Serviam in Love” dengan tema “Berbagi Berkah di Bulan Ramadan”. Kegiatan yang berlangsung di tengah suasana bulan suci ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh siswa, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Aksi ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial para siswa terhadap warga di lingkungan sekitar sekolah yang sedang menjalankan ibadah puasa pada hari Rabu pagi (18/3/2026).

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 465 paket bingkisan yang berisi sirup dan biskuit telah disiapkan untuk dibagikan secara langsung kepada masyarakat. Para siswa didampingi oleh guru dan orang tua menyusuri berbagai titik di Surabaya, mulai dari area depan sekolah di kawasan Dinoyo, Jalan Raya Tumapel, hingga area Mojopahit. Selain menyasar warga setempat, sasaran utama dari pembagian bingkisan ini adalah para pengemudi ojek online (ojol) yang melintas di sekitar rute kegiatan.

Siswa SD Santa Maria mendatangi dan membagikan bingkisan kepada warga  sekitar sekolah, Rabu (18/3/2026) pagi.  (foto : vico wildan/superradio.id)

Inisiatif ini bukan sekadar aktivitas rutin tahunan, melainkan menjadi momentum penting dalam mengajarkan nilai toleransi beragama sejak dini kepada peserta didik. Mengingat waktu pelaksanaan yang berdekatan dengan Masa Prapaskah umat Katolik dan Hari Raya Nyepi, sekolah ingin menekankan pentingnya solidaritas antarumah beragama. Melalui semangat “Serviam” yang berarti “Saya Mengabdi”, para siswa diajak untuk terjun langsung dan mewujudkan teori cinta kasih menjadi tindakan nyata bagi sesama.

Tokoh utama di balik arahan kegiatan ini ,Kepala Sekolah SD Santa Maria, Yunitha Ike Christyowati, S.Pd, memberikan pesan mendalam kepada para siswa sebelum mereka berangkat menyusuri jalanan.

“Hari ini kita akan mewujudnyatakan, kita akan hadir di warga Dinoyo dan sekitarnya,” tegas Bu Ike dalam arahannya kepada para peserta. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga sikap dan lisan selama berbagi, dengan berpesan,”Tidak ada yang mengomentari hal yang tidak baik ketika membagikan bingkisan”.

Dari sisi edukasi karakter, Marjanto selaku guru wali kelas 6 menjelaskan bahwa seluruh dana bantuan ini murni berasal dari “Amplop Kasih” atau Aksi Puasa Pembangunan (APP) yang dikumpulkan oleh siswa selama tiga hari.

“Anak-anak sendiri yang mengumpulkan amplop tersebut di kelas, bahkan mereka menghitungnya bersama-sama di depan kelas,” ungkap Marjanto. Hal ini dilakukan agar siswa mengalami langsung proses perjuangan dalam berbagi, mulai dari menyisihkan uang tabungan pribadi hingga melihat senyum para penerima manfaat.

Kepala sekolah, guru, dan wali murid SD Santa Maria mendampingi siswa yang antusias membagikan bingkisan kepada warga dan pengguna jalan. Rabu (18/3/2026) pagi.  (foto : vico wildan/superradio.id)

Dukungan penuh juga datang dari wali murid seperti Ernestin, Agnes, dan Leony yang bertindak sebagai koordinator lapangan. Mereka memastikan keamanan dan ketertiban dengan membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil selama perjalanan.

“Satu orang tua mendampingi sekitar lima hingga tujuh anak supaya mereka tidak terpencar,” jelas perwakilan wali murid tersebut. Agnes dan Leony juga menambahkan bahwa anak-anak merasa sangat antusias dan menganggap kegiatan ini sebagai pembelajaran yang seru di luar kelas.

Kegembiraan serupa juga dirasakan oleh perwakilan siswa, Chelsea dan Viel, yang merasa bangga bisa berbagi secara langsung kepada para ojol. Mereka bercerita bahwa persiapan untuk aksi ini sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya dengan sangat matang.

“Momen yang paling seru itu saat bisa memberikan bingkisan secara langsung, rasanya senang bisa berbagi,” tutur Chelsea dan Viel menutup cerita tentang pengalaman berharga mereka dalam mempraktikkan toleransi dan kemanusiaan. (js/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.