Menteri ESDM Resmikan Program Bantuan Pasang Baru Listrik

Yovie Wicaksono - 16 July 2020
Ilustrasi. (Foto : Kementrian ESDM)

SR, Jakarta – Pemerintah melalui Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (16/7/2020) meresmikan Program Bantuan Pasang Baru Lisrik (BPBL) untuk membantu pasang baru listrik bagi rumah tangga miskin belum listrik.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, BPBL merupakan merupakan bantuan yang diinisiasi Kementerian ESDM Peduli dan 28 Badan Usaha sektor ESDM.

“Hari ini saya juga akan meresmikan penyalaan sambungan baru listrik pada 57.573 Rumah Tangga yang berasal dari program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Dimana pendanaan sambungan gratis tersebut berasal dari program Kementerian ESDM Peduli, bantuan 28 Badan Usaha Sektor ESDM, dan CSR PT PLN (Persero). Melalui program ini, masyarakat yang sebelumnya tidak mendapatkan akses listrik atau listriknya menumpang dari tetangga, kini bisa mendapatkan listrik secara mandiri. Program ini akan terus dilanjutkan menuju rasio elektrifikasi 100%,” ujarnya saat melakukan peresmian secara virtual di Jakarta.

Pemerintah, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi pada penyediaan akses listrik bagi masyarakat tidak mampu ini, khususnya kepada PT PLN (Persero) dan 28 perusahaan yang bantuannya telah direalisasikan dan dapat dimanfaatkan.

“Kami menitipkan proyek-proyek strategis Ketenagalistrikan ini, proyek smelter, CSR kelistrikan Sinar Mas dan sambungan listrik gratis melalui program BPBL kepada pemerintah daerah setempat. Kami mohon obyek strategis ini dapat dijaga keamanan dan keandalannya sehingga terus dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” kata Arifin.

Dalam kesempatan yang sama, Arifin juga meresmikan proyek-proyek ketenagalistrikan nasional, untuk mencakup peningkatan akses dan keandalan pasokan listrik dalam rangka menuju rasio elektrifikasi 100%.

Adapun Proyek-Proyek Ketenagalistrikan yang diresmikan, yakni Proyek Pembangkit listrik, Transmisi dan Gardu Induk PT PLN (Persero) serta komitmen pasokan listrik untuk industri smelter, Program CSR Kelistrikan Sinar Mas Group, dan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 450 Volt Ampere (VA).

Proyek infrastruktur PT PLN yang diresmikan mencakup pembangkit listrik, jaringan transmisi dan Gardu Induk. “Hari ini kita bersama-sama akan menjadi saksi diresmikannya 10 pembangkit listrik dengan total kapasitas sebesar 555 Mega Watt (MW), 5 proyek jaringan transmisi hampir mencapai 280.000 kms dan 4 proyek gardu induk yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai 330 MVA. Total investasi infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya untuk 10 pembangkit listrik mencapai Rp15 Triliun dan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 4.038 orang,” ujar Arifin.

Sepuluh proyek pembangkit yang diresmikan itu adalah: PLTP Muara Laboh (80 MW); PLTGU Muara Karang (300 MW); PLTMG Langgur (20 MW); PLTMG Seram (20 MW); PLTM Ambon Peaker  (30 MW); PLTMG Biak (15 MW); PLTMG Biak 2- NCB PT Indonesia Power (10 MW); PLTMG Jayapura Peaker (40 MW); PLTMG Merauke (20 MW); PLTMG Merauke 2 – NCB 9 PT Indonesia Power (20 MW). (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.