Sepuluh Disabilitas Laporkan Penyalahgunaan Data ke Polrestabes Surabaya

Yovie Wicaksono - 3 December 2021
Korban Endro (kiri) didampingi Direktur LBH Disabilitas Jatim Hari Kurniawan. Foto : (JawaPos.com)

SR, Surabaya – Sepuluh penyandang disabilitas dari beragam komunitas didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Disabilitas Jawa Timur melaporkan Forum Komunikasi Difabel Indonesia (Forkodi) ke Polrestabes Surabaya, Kamis (2/12/2021).

Pelaporan tersebut terkait dugaan penyalahgunaan data serta penipuan yang dilakukan Forkodi.

Direktur LBH Disabilitas Jawa Timur, sekaligus Kuasa Hukum korban Hari Kurniawan menyebut, aduan ini berawal dari kejanggalan yang terjadi saat kegiatan pembagian bantuan sosial dari Forkodi pada Sabtu (30/10/2021).

Saat itu, lanjutnya, ada sekira 10 orang penyandang disabilitas yang namanya tercantum dalam kategori penerima manfaat, namun saat kegiatan berlangsung mereka tak lagi dihubungi oleh panitia atau penyelenggara.

“Kita melihat ada semacam pemalsuan dokumen, penyalahgunaan data, dan penipuan. Ada yang disabilitas tangan tapi proposal yang diajukan itu kursi roda, lalu ada 2 orang yang sudah meninggal tapi masih tercantum namanya,” ujar pria yang akrab disapa Wawa ini.

Bukan hanya LBH Disabilitas Jatim, Forum Peduli Disabilitas Surabaya juga akan mengambil tindakan. Mereka akan bersurat ke Pemkab dan Pemkot agar tidak memberikan bantuan kepada Forkodi.

“Kasus-kasus seperti Forkodi ini marak di Jawa Timur. Jadi kita menghubungi pihak Pemkab dan Pemkot untuk mencegah hal yang terjadi seperti di Surabaya,” ucap Wawa yang tergabung dalam Forum Peduli Disabilitas Surabaya.

Wawa berharap, upaya yang mereka lakukan dapat memberi efek jera pada oknum yang sengaja memanfaatkan penyandang disabilitas.

“Ini juga peringatan bagi siapa saja yang berniat menjual disabilitas. Karena kita dari forum peduli disabilitas dan LBH akan mendampingi apabila ada kasus seperti itu, kita akan membuka outline layanan untuk para korban,” ungkapnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.