VOC Bubar Karena Peran Sawunggaling? Ini Penjelasannya

Rudy Hartono - 11 October 2024
dua peziarah berdoa di makam Sawunggaling di Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, Kamis (10/10/2024). (foto:superradio)

SR, Surabaya – Joko Berek atau Sawunggaling  dikenal sebagai pahlawan dan simbol perlawanan oleh warga Surabaya. Gambaran tersebut nampak dari fragmen dan berbagai literatur yang ada.

Pegiat Sejarah Surabaya, TP Wijoyo mengatakan, Joko Berek yang lahir di era 1700 an, memang dikenal dengan jiwa “pemberontakan” nya terhadap kolonial, utamanya terhadap Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) berada di Nusantara untuk memonopoli jalur perdagangan rempah-rempah.

Kiprah Joko Berek ini sangat kuat di wilayah Surabaya Barat mulai Lidah, Lakarsantri dan Wiyung.

Diketahui, perlawanan Joko Berek terhadap VOC maupun penguasa kerajaan yang dinilai berkongkalikong dengan kolonial, Raja Tjakraningrat memberikan gelar Raden Sawunggaling kepada Joko Berek. Sedangkan di versi Babad Tanah Jawi, Pakubuwono II memberikan jabatan penguasa di Curabhaya (Surabaya, –Red), kepada Sawunggaling dan Wirosroyo.

“Keduanya diteguhkan posisinya oleh Pakubuwono II selama pelarian di Panaraga, dengan pembagian wilayah Kasepuhan dan Kanoman di Curabhaya,” ujar TP Wijoyo saat ditemui di kompleks makam Sawunggaling, Lidah Wetan, Surabaya.

Dari catatan yang ada, TP Wijoyo menegaskan, Joko Berek adalah sejarah bukan sekadar dongeng atau foklor semata. Hal inilah yang seharusnya diketahui publik.  “Ini sudah dikuatkan dengan beragam literatur, seperti Babad Tanah Jawi salah satunya,” katanya.

Terkait dengan anggapan Sawunggaling memiliki andil dalam bubarnya VOC, TP Wijoyo  dengan tegas mengatakan tidak. Menurutnya, selain berbeda era, VOC dinyatakan bubar di tahun 1799 setelah terjadi korupsi, besarnya anggaran yang dikeluarkan serta persaingan dagang pada saat itu.

Di Surabaya, makam Sawunggaling terletak di wilayah Lidah Wetan. Berkontur bata merah, di dalam area makam, ada 4 makam berderet sejajar berkelambu putih.

Di tempat ini, pengunjung juga dapat mengetahui silsilah Joko Berek yang diawali dari Raden Wijaya dan Dyah Gayatri, Raja dan permaisuri pertama Kerajaan Majapahit.

Pemerintah kota Surabaya sendiri telah menetapkan makam Sawunggaling sebagai bangunan cagar budaya yang harus dijaga kelestariannya. (ng/red)

Tags: , , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.