Sabun Berbahan Dasar Minyak Jelantah

Yovie Wicaksono - 27 July 2019
Pelatihan membuat sabun cuci pakaian berbahan dasar minyak jelantah, pada Sabtu (27/7/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Puluhan Ibu rumah tangga asal Desa Tugurejo, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendapatkan pelatihan membuat sabun cuci pakaian berbahan dasar minyak jelantah, pada Sabtu (27/7/2019).

Berawal dari keprihatinan Frihertin Novitarini (35) terhadap kebersihan lingkungan, dimana minyak jelantah (minyak bekas penggorengan) dibuang secara sembarangan, dirinya mulai memberikan pelatihan membuat sabun cuci kepada ibu rumah tangga di desanya.

“Karena saya melihat limbah rumah tangga, berupa minyak jelantah itu dibuang. Eman (sayang, red) kalau kita buang aja, soalnya residunya kan berbahaya. Nah kita ingin limbah minyak jelantah itu kita bikin buat sabun cuci baju,” ujar ibu tiga anak tersebut.

Perempuan yang akrab disapa Jeng Nopil ini berharap, pelatihan membuat sabun cuci pakaian berbahan dasar minyak jelantah nantinya bisa meminimalisir bahaya dari bahan kimia deterjen yang bisa merusak kulit dan lingkungan sekitar.

Lebih lanjut ia menginginkan, sabun buatan ibu rumah tangga ini bisa dipasarkan di kalangan sendiri atau dijual di masyarakat umum  melalui pembayaran sistem barter (ditukar dengan minyak jelantah).

Proses pembuatan sabun cuci berbahan minyak jelantah sendiri dilakukan melalui mekanisme perendaman biji kopi, yang membutuhkan waktu beberapa jam, tujuannya untuk penyerapan racun yang ada di dalam kandungan minyak jelantah.

Setelah  perendaman selesai, kemudian dilakukan proses pencampuran menggunakan arang. “Supaya residu-residu itu menempel di arang. Setelah jernih kita lakukan pencampuran, katalis lainnya seperti alkali untuk diubah menjadi sabun. Bahan dasar utamanya minyak jelantah dan alkali,” ujarnya.

Pembuatan sabun dari minyak jelantah ini membutuhkan waktu tiga jam. Jeng Nopil mengestimasi, untuk satu kilo minyak jelantah bisa menghasilkan satu kilo sabun.

“Untuk satu kilo minyak jelantah, kita dapat menghasilkan satu kilo sabun berbahan jelantah. Estimasinya lebih hemat, karena minyak jelantahnya sudah gratis,” ujar  Jeng Nopil.

Pelatihan membuat sabun ini juga mendapat respon positif dari para ibu rumah tangga yang ada dilingkungan desanya. Menurutnya produk sabun yang dibuat dengan berbahan minyak jelantah di Kediri sebelumnya tidak pernah ada. Dengan bekal pelatihan yang diberikan, tidak menutup kemungkinan nantinya bisa meningkatkan taraf perekonomian bagi mereka.

“Untuk meningkatkan perekonomian, kemudian sebagai upaya alternatif mengganti sabun deterjen juga bisa,” imbuhnya.

Selain mendapat pelatihan membuat sabun cuci dari minyak jelantah, para ibu rumah tangga ini juga diberikan keterampilan memproduksi sabun mandi berbahan alami seperti susu kambing etawa, dan minyak kelapa. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.