Ony Setiawan:  Plastik Mahal Akibat Impor Dampaknya Bebani UMKM

Rudy Hartono - 13 April 2026
Komisi B DPRD Jawa Timur, Ony Setiawan,

SR, Surabaya – Anggota Komisi B DPRD Jatim Ony Setiawan menyoroti tingginya lonjakan harga plastik akibat konflik geopolitik Timur Tengah. Menurutnya kondisi ini perlu perhatian serius.

Di daerah pemilihannya di Tuban Jawa Timur, sudah banyak UMKM yang mengeluh. Di sisi lain mereka tetap harus membeli material tersebut. Namun UMKM diterpa kebimbangan saat menaikkan harga dagangan, sebab khawatir tak laku.

“Teman-teman UMKM nggak ada pilihan karena memang bahan bakunya impor. Jadi, ya mau gak mau dia harus beli. Nah, saya hanya melihat mereka menaikkan harga jual enggak berani,” ujarnya saat ditemui usai Musancab PDI Perjuangan di Surabaya, Sabtu (11/4/2026).

Ia pun tak memungkiri persoalan plastik ini cukup rumit. Sebab bahan bakunya masih impor, sedangkan kebutuhan di dalam negeri sangat tinggi. Terlebih kenaikannya juga merambat ke harga jual produk.

Untuk itu ia mendorong pemerintah provinsi bijak mengambil putusan. Mengendalikan harga plastik dengan sangat hati-hati agar tidak menghimpit UMKM. “Agak susah ya karena plastik itu kayak sudah bagian dari semua barang gitu, itu problemnya,” sebutnya.

Menyambung hal tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim turut membeberkan penyebab lonjakan harga di pasar.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN) Disperindag Jatim, Erivina Lucky Kristian, menyebut, di sisi perdagangan luar negeri, terdapat 44 pelaku usaha ekspor plastik dan produk turunannya di Jatim. Namun, ketergantungan terhadap impor bahan baku masih cukup tinggi. Sekitar 50-60 persen bahan baku plastik di Indonesia masih berasal dari impor.

Alhasil harga bahan baku utama plastik, yakni biji plastik, kini mencapai sekitar Rp30.000 per kilogram atau naik hingga 50 persen. “Kenaikan ini tidak lepas dari lonjakan harga minyak mentah Brent sebagai bahan dasar. Dari sebelumnya sekitar USD 67 per barel, kini sudah di atas USD 98 per barel, bahkan sempat menyentuh USD 115 per barel,” ucapnya Rabu (8/4/2026).

Sementara itu, jeritan UMKM tercatat sampai ke aspek terkecil. Salah satunya dirasakan Indah, pedagang pakan hewan di Sedati, Sidoarjo yang mengeluh bingung untuk menaikkan harga dagangannya.

Akhirnya ia memilih sedikit merugi. Tetap membeli pasokan plastik dan sedikit menaikkan harga seluruh dagangannya Rp. 500,- .

“Sekarang semuanya mahal mbak, ini aja plastik 1 pack harganya naik sampai 4ribu. Tapi ya gimana lagi, kita juga butuh jadi harga pakan nya yang dinaikin dikit,” keluhnya, Sabtu (11/4/2026). (hk/red)

 

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.