Miris Jembatan Kerek, Legislator PDI Perjuangan Segera Koordinasi dengan BPBD dan PU Ponorogo
SR, Ponorogo – Kabar warga membangun jembatan gantung darurat sebagai akses penghubung Ponorogo-Trenggalek pasca banjir di Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mengundang keprihatinan banyak pihak. Salah satunya anggota Komisi D DPRD Jatim Diana AV Sasa.
Seperti diketahui, sebelumnya banjir besar pada 2 Januari 2026 menghantam pondasi jembatan sepanjang 70 meter dengan lebar 2,5 meter yang merupakan akses utama menuju Dusun Pegat, Desa Depok, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Mirisnya, hingga pertengahan Februari 2026 masih belum ada tanda-tanda perbaikan jembatan.

Sasa menyebut, solusi masalah tengah ia upayakan, namun prosesnya terjal. Ia sempat koordinasi dengan BPBD hingga Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Sasa pun sempat mengusulkan kemungkinan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Dan hal tersebut bisa dilakukan asalkan Pemkab menetapkan sebagai bencana alam.
Sayangnya semua kemungkinan runtuh sebab belum ada pergerakan dari pihak kabupaten. Sedangkan di ranah provinsi pun baru bisa bergerak, mendorong ketika sudah ada usulan dari Pemkab setempat. “Karena kalau belum ada konfirmasi dari kabupaten kami di provinsi juga belum bisa bertindak,” ujarnya saat dikonfirmasi via WhatssApp, Rabu (18/2/2026).
“Saya tanyakan apakah bisa menggunakan dana tidak terduga. Dijawab pihak terkait itu bisa tapi pihak kabupaten harus menetapkan sebagai bencana,” imbuhnya.
Mengingat mendesaknya hal tersebut, kader PDI Perjuangan itu tengah berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten untuk mendorong pembangunan jembatan darurat yang aman. Hal ini diupayakan sembari menunggu anggaran untuk membangun pondasi yang lebih kuat.
Terlebih warga Purworejo memang lebih dekat mengakses fasilitas pendidikan dan kesehatan di Trenggalek dibanding ke pusat layanan di Ponorogo. Jika jembatan tidak bisa dilalui, warga harus memutar lebih dari 20 kilometer.
“Tapi itu tetap kami kawal sehingga tindak lanjutnya jelas. Karena ini kebutuhan yang mendesak. Saya rasa bisa dengan jembatan darurat dahulu yang bisa digunakan sementara, sambil menunggu anggaran untuk bangunan yang lebih kuat,” sebutnya.
“Saya juga sudah tawari pihak desa kalau mau pakai dana desa monggo diajukan, tapi kan itu turunnya di 2027, jadi kalau mau cepat ya penggunaan dana taktis di bppd tapi statusnya harus bencana,” pungkasnya. (hk/red)
Tags: Diana Sasa, jembatan darurat, jembatan kerek, pdip, ponorogo, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





