RUU TPKS akan Disahkan, Ini Tanggapan Sri Untari

Yovie Wicaksono - 12 April 2022
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) akan disahkan sebelum masa penutupan persidangan pada 14 April 2022 atau dalam pekan ini.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno mengapresiasi upaya ini, terlebih RUU TPKS sudah lama mangkrak dan jadi perdebatan yang sangat panjang.

Menurutnya, hadirnya RUU TPKS ini penting untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di Indonesia yang masih banyak terjadi.

“Kalau berbicara tentang perlindungan perempuan itu harus, pertama karena jumlah penduduk Indonesia antara perempuan dan laki-laki itu lebih banyak perempuan,” katanya.

“Kedua, bahwa perempuan itu butuh dilindungi, diayomi karena banyak perempuan yang bekerja di tempat kerja yang sekiranya jamnya terkadang rawan, misalkan shift pulang pagi atau berangkatnya baru malam. Nah perlindungan itu diperlukan,” sambung Untari.

Sepanjang 2021, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya mencatat korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Timur mencapai angka 624 dari 331 kasus. Hal ini pun ibarat fenomena gunung es. Sebab, kasus kekerasan seksual yang sebenarnya terjadi lebih tinggi daripada kasus yang terlaporkan.

“Bagi saya ini mengerikan, bahkan terkadang sesama perempuan pun juga melakukan kekerasan. Maka dari itu, RUU ini nanti bisa kita pakai untuk melakukan berbagai upaya yang dibutuhkan dalam rangka melindungi hak-hak perempuan,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Pengesahan RUU TPKS, disebut Untari, menjadi kado yang luar biasa bagi perempuan Indonesia dalam menyambut peringatan Hari Kartini, mengingat banyak korban kekerasan seksual berasal dari kalangan perempuan.

Untari pun menegaskan, Komisi E DPRD Jatim siap mengawal, menyosialisasikan, hingga memantau implementasi UU TPKS setelah nantinya resmi disahkan. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.