Ruang Ekspresi Penyandang Disabilitas Jelang Malam Pergantian Tahun

Yovie Wicaksono - 1 January 2020
Puncak Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2019, di Sidoarjo, Selasa (31/12/2019) malam. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Sidoarjo – Unicef bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan dan Konsultan Inovasi Pendidikan Indonesia (LPKIPI) terus mengkampanyekan peningkatan kesadaran masyarakat terkait keberagaman dan kehidupan yang inklusif, salah satunya melalui acara Puncak Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2019, di Sidoarjo, Selasa (31/12/2019) malam.

“Desember ini kan bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional, disini kita ingin masyarakat tau bahwa teman-teman disabilitas memiliki kesempatan yang sama. Ini cara mereka mengekspresikan dan mengeksplorasi kemampuan yang dimiliki sekaligus mengisi malam jelang pergantian tahun dengan kegiatan yang positif,” ujar Direktur LPKIPI, Lutfi Firdausi.

Ketua Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Provinsi Jawa Timur, Pinky Saptandari turut mengapresiasi acara tersebut.

Ia menilai, acara ini mampu memberikan ruang ekspresi kepada disabilitas yang ada. Ia juga berharap agar kepala daerah memiliki kepedulian dan komitmen tinggi terkait hak disabilitas.

“Kerja seperti ini diperlukan kolaborasi, kerjasama, tidak bisa sendiri-sendiri. Maka mari kita mendorong, mengajak, memberikan ruang untuk disabilitas. Peraturan terkait disabilitas sudah banyak, yang kurang adalah implementasinya, maka itu kita harus kawal bersama,” ujarnya.

Pinky mengatakan, inklusi tidak cukup hanya di bidang pendidikan, namun juga ditingkat ketenagakerjaan, dimana kemampuan dan keahlian yang dimiliki penyandang disabilitas melalui sekolah dapat terserap dengan baik, sehingga mampu terciptanya kesejahteraan.

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Mathur Khusairi yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, melalui acara ini ia mendapatkan masukan agar nantinya di tiap kabupaten kota ada kepedulian terhadap disabilitas.

“Ini bahan masukan buat saya dan nantinya akan saya bawa dalam pembahasan di Komisi E, mudah-mudahan teman-teman juga ada kepedulian, kemudian memanggil dinas terkait, seperti dinas pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan agar terjadi sinergitas,” ujarnya.

“Negara harus menjemput dan memberikan akses penyandang disabilitas. Mulai dari pemerintah desa terutama, data terkait penyandang disabilitas harus terintegrasi sehingga kita memiliki data yang falid juga,” tandasnya.

Ketua Pokja Inklusif Provinsi Jawa Timur, Muhammad Ilyas juga mengajak seluruh masyarakat untuk berjuang bersama mengetuk pemerintah daerah maupun pusat agar hak pendidikan, kesehatan, berinteraksi sosial, dan hak dasar lain para penyandang disabilitas terpenuhi.

Sekedar informasi, acara tersebut dimeriahkan dengan berbagai penampilan pentas seni yang dibawakan oleh anak-anak penyandang disabilitas dari berbagai daerah di Jawa Timur. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.