Risma Siapkan Program Kedaulatan Pangan Hadapi Pandemi Covid-19

Yovie Wicaksono - 19 July 2020
Ilustrasi. Tri Rismaharini melakukan panen padi di kawasan Sukolilo, Surabaya (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyiapkan program kedaulatan pangan untuk menghadapi pandemi Covid-19 dengan cara menanam makanan pendamping beras, seperti ketela pohon, ketela rambat, talas, sukun, pisang dan lainnya.

“Ke depan diharapkan masyarakat tak hanya mengonsumsi beras sebagai makanan pokok sehari-hari,” kata Risma di Balai Kota Surabaya, Sabtu (18/7/2020).

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga belajar bagaimana makanan beras bisa dicampur. Bahkan, juga membuat resep mie dari talas, mie dari ketela pohon, mie dari ketela rambat.

Melansir Antara, apalagi kata Risma, dalam satu bulan kebutuhan beras warga di Surabaya sekitar 16.682.060 kilogram. Jika ke depan kebutuhan beras ini tidak segera diantisipasi, ia khawatir dapat berdampak pada kurangnya bahan pangan di masyarakat selama pandemi seperti saat ini.

“Karena itu kita siapkan (program kedaulatan pangan),” katanya.

Meskipun begitu, Risma tidak berharap kebutuhan beras di Kota Surabaya tak mencukupi. Hal itu dilakukannya sebagai bentuk antisipasi. Untuk itu, ia telah melakukan penanaman di beberapa titik lokasi dengan memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki Pemerintah Kota Surabaya.

“Kita akan tanami juga di balai kota, nanti lahan-lahan ini akan kita tanami padi, talas. Selain itu kita juga tanam di bekas tanah ganjaran (tanah kas desa). Kita sudah tanam pisang, sukun, padi, ketela rambat, talas,” ujarnya.

Selain itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu juga menjalin kerja sama dengan beberapa pihak yang memiliki lahan kosong atau tak terpakai yang kemudian dimanfaatkan sebagai lokasi penanaman.

“Jadi kita sudah tanam di lahan-lahan kosong itu. Kita juga pakai alat berat untuk nyemprotnya, ada mobil PMK, mobil tangki air. Ada di beberapa tepi sungai juga kita tanami,” katanya.

Risma mengaku telah menjalin kerja sama dengan Surabaya Hotel School (SHS) untuk membuat resep olahan makanan dari berbagai macam bahan pangan itu. Hal ini dilakukan agar orang tua maupun anak-anak di Surabaya mau mengonsumsi makanan selain beras.

“Kita sudah membuat resep, kita kerja sama dengan SHS membuat makanan dari macam-macam bahan, sehingga nanti anak-anak mau untuk makan ini, seperti mie dari talas, terus mochi,” katanya.

Umbi-umbian yang ditanam di beberapa tempat itu juga telah siap untuk dipanen, di antaranya ketela pohon, ketela rambat, talas, dan pisang. “Kita sudah mulai menanam, ketela pohon 1,5 bulan yang lalu itu sudah 1 meter. Terus ketela rambat, ubi jalar dan pisang,” katanya. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.