Rinto, Petani di Kediri Sukses Kembangkan Bawang Merah dari Biji
SR, Kediri – Seorang petani asal Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, bernama Rinto berhasil mengembangkan bawang merah dari biji bukan dari umbi untuk disemai.
Rinto mengaku awalnya dia mencoba mengembangkan tanaman cabai, namun gagal hingga akhirnya pindah ke bawang merah. Ia mencoba mengembangkannya dari biji bukan dari umbi dengan menggunakan media tanam pot tray dan berhasil.
“Sistemnya dengan pot tray, tingkat kematian 3 persen. Ini lebih rendah dari percobaan pertama bibit disebar di tanah, dicabut dan dipindah. Itu (sebar di tanah) tingkat kematiannya tinggi,”ungkap Rinto di Kediri, Jumat (17/5/2024).
Untuk media tanam, ia menggunakan tanah ayak, cocobit serabut kelapa, bokashi atau pupuk kompos, hingga kapur. Fungsi dari kapur untuk menjaga pH (tingkat keasaman) tanah. Seluruhnya dicampur kemudian ditaruh di pot tray dan diberi biji bawang merah.
Ia mendapatkan biji bawang merah dari perusahaan yang memang mengembangkan biji bawang merah. Kemudian melakukan uji coba dan terus berkembang hingga kini.
Menurut dia, tanam bawang merah dari biji ini lebih murah ketimbang harus membeli umbi. Harga umbi fluktuatif, yang terkadang mahal.
“Kalau umbi harganya fluktuatif, kadang mahal kadang murah. Kalau biji harganya stabil. Umbi bisa kadang Rp30 ribu, bahkan Rp60 ribu per kilogram. Kalau biji harganya antara Rp100 hingga Rp120 per lubangnya,” katanya.
Tampilkan SemuaTags: bawang merah, Petani kediri, rinto lantur, tanam biji
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





