Rinto, Petani di Kediri Sukses Kembangkan Bawang Merah dari Biji

Rudy Hartono - 18 May 2024

Biaya Produksi Rendah Untung Lebih Besar

Ia mengatakan, budi daya bawang merah dari biji diklaim juga lebih menguntungkan, karena biaya bisa ditekan sedangkan hasilnya juga lebih banyak. Per hektare tanah jika menggunakan biji bisa panen basah sekitar 21 ton dan keringnya 14-15 ton bawang merah, sedangkan yang menggunakan bibit dari umbi hasilnya hanya sekitar 11 ton hingga 12 ton bawang merah kering, sehingga terdapat selisih.

Selain itu, dari biji, umbi yang dihasilkan warnanya lebih merah dan ukurannya lebih besar sehingga produk juga bagus. Masa tanam bawang merah dari biji ini sama dengan yang ditanam dari umbi yakni 65 hari siap panen.

Ia mengaku permintaan bibit bawang merah dari biji ini juga terus naik. Jika tahun 2023, permintaan hanya 500 ribu bibit di 2024 ini ada kenaikan cukup drastis. Mulai Januari 2024 hingga Mei 2024, permintaan bibit bawang merah dari biji ini mencapai 7 juta bibit.

Dirinya menyebut, permintaan dari berbagai daerah di Indonesia. Bibit memerlukan waktu sekitar 40 hari setelah disemai baru bisa dikirim ke pelanggan, sehingga harus menunggu antrean.

Ia pun mengaku kewalahan dengan permintaan yang tinggi. Saat ini, dirinya dibantu sekitar 40 pekerja dengan memanfaatkan lahan sekitar 1 hektare. Untuk ke depan, ada rencana menambah lahan lagi untuk area persemaian.

Rinto juga menambahkan, lokasi persemaian yang didirikannya juga sering menjadi rujukan baik pemerintah maupun kelompok tani. Ia juga terbuka tentang persemaian tersebut.

Tampilkan Semua

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.