Puti Minta Seniman Kembangkan Seni Lewat Digital

Yovie Wicaksono - 29 December 2021

SR, Surabaya – Anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno meminta para seniman di Surabaya lebih kreatif untuk memanfaatkan digital sebagai tempat pengembangan kesenian.

Motivasi ini disampaikannya dalam ‘Seminar Literasi Digital’ di depan seniman-seniman Surabaya. Dengan tegas Puti meminta seniman segera membuat rencana baru untuk bisa memanfaatkan digital. Sebab, digital sudah tidak bisa dihindari, justru seniman harus mampu untuk memanfaatkan digitalisasi.

“Saat ini sudah generasi Z, mau tidur pegang handphone, bangun tidur pegang handphone. Betapa besarnya pengaruh digital di era sekarang,” kata Puti dalam sambutan seminar literasi digital di Surabaya, Rabu (29/12/2021).

Puti menuturkan, digital sudah menjadi budaya baru dalam kehidupan, mulai dari makan, musik, serta travel bisa diperoleh dari kehebatan digital. Mereka mengetahui informasi dan mendapatkan pelayanan dari digital, bukan lagi dari televisi atau brosur. Namun media sosial (medsos) yang menjadi tolak ukur.

Kondisi ini dinilai sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan kehidupan. Semua pihak harus berselancar di dunia digital supaya bisa berkembang dengan baik memanfaatkan digital sebagai alat baru. “Dunia seniman juga harus mampu memanfaatkan digital untuk bisa berkembang,” ungkapnya.

Dulu, ungkap Puti, dua tahun lalu di Bali, saat pandemi mulai berkembang di Indonesia, para seniman mengalami kebingungan yang sangat luar biasa. Kebetulan, lanjut dia, dirinya bersama dengan anaknya mendatangi Bali. Di sana (Bali) ia mendatangi desa dan mampir ke sanggar tari, sangat menyedihkan karena seniman tiarap semua. Mereka tidak bisa menunjukan tari ke wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Akhirnya, muncullah ide untuk membuat pembelajaran menari secara online. Pembelajaran ini ditangani anak-anak muda, dan hasilnya diluar ekspektasi. Banyak orang yang ingin belajar, pesertanya bukan hanya lokal Bali, namun peserta luar negeri sangat banyak.

“Jadi pemikiran kita peserta bukan hanya lokal Bali saja, tetapi internasional juga harus menjadi target. Kalau di Bali kemarin peserta yang ikut belajar menari sampai Inggris,” tuturnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.