Poernomo, Spesialis Motor Disabilitas

Yovie Wicaksono - 17 March 2021

Belajar Otodidak

Ada yang unik dari cerita perjalanan Poernomo sebelum membuka Bengkel Cak Poer di Jalan Keputih gang 3E Nomor 37, Surabaya, Jawa Timur. Selain tidak memiliki latar belakang pendidikan otomotif, ia belajar secara otodidak saat mengelola bengkel motor bersama sang adik pada 2001 hingga 2008.

“Dengan latar belakang pendidikan SMA, saya belajar otodidak saat buka bengkel bersama adik,” kata Poernomo.

Dari sinilah, kemudian Poernomo melakukan modifikasi motor miliknya. Sebagai disabilitas daksa, ia mengubah motornya menjadi roda tiga dan dibuat senyaman mungkin.

Motor inilah yang kemudian menjadi penunjang segala aktivitas Poernomo, hingga kemudian ia bertemu dengan sesama disabilitas yang membuatnya seperti saat ini.

“Dulu saat bertemu dengan Mas Syakur (Ketua Disable Motorcycle Indonesia, Jawa Timur), beliau nanya modifikasi motor roda tiga dimana dan saya bilang kalau modif sendiri. Terus Mas Syakur pesan ke saya untuk di modifkan juga. Nah dari sana baru mulut ke mulut, akhirnya banyak permintaan modif motor roda tiga dan saya buka bengkel sendiri,” ujar Poernomo.

Poernomo kemudian membuka bengkel sendiri. Karena keterbatasan alat, ia bekerjasama dengan bengkel konstruksi dan las untuk pengerjaan beberapa bagian motor.

Bengkel Cak Poer terus berkembang hingga kini. Bahkan, pelanggan tidak hanya berasal dari kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Bahkan, enam unit hasil karyanya ini pernah diekspor ke Timor Leste.

Bengkel Cak Pur yang buka setiap hari sejak 08.00 WIB hingga 17.00 WIB ini pun juga menerima service motor biasa.

Tampilkan Semua

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.