Baru Dibuka, Prodi Bisnis Digital PENS Langsung Banjir Peminat
SR, Surabaya – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mencatat lonjakan peminat yang signifikan pada tahun akademik, seiring dengan dibukanya tiga program studi (prodi) baru, Bisnis Digital, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Manufacturing.
Fenomena paling menonjol terlihat pada prodi Bisnis Digital yang langsung menduduki peringkat tiga atau empat paling diminati dari total 25 prodi di PENS. Sekaligus berkontribusi di kenaikan pendaftar SNBT yang total meningkat 31 persen dibanding tahun lalu.
Tak sekadar pemanis. Direktur PENS, Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng. menyebut, langkah membuka prodi di luar rumpun teknik murni, adalah strategi besar untuk menjawab tantangan hilirisasi.
Menurutnya, sebuah produk teknologi secanggih apa pun tidak akan berdampak besar jika tidak bisa dipasarkan atau diterima dengan baik oleh masyarakat. Ia ingin para lulusan PENS ke depan tidak hanya jago membuat alat, tetapi juga paham cara membangun ekosistem bisnis dari inovasi tersebut.
“Kami memang beranggapan untuk hilirisasi produk engineer ya, teknik itu perlu skill orang sosial yang mereka lebih paham bagaimana memasarkan produk,” ujarnya saat ditemui usai Dies Natalis Ke-38 PENS, Kamis (4/6/2026).
Tak hanya soal prodi baru, reputasi PENS di level internasional juga sedang berada di puncak. Berdasarkan Scimago Institutions Rankings, kinerja PENS saat ini menempati peringkat keempat nasional dalam bidang Industrial and Manufacturing Engineering dan menjadi satu-satunya politeknik yang masuk dalam jajaran empat besar bersama universitas top lainnya.
Prestasi ini membuat PENS kian percaya diri menawarkan pendidikan berkualitas setara kampus ternama di Singapura dan Malaysia, namun dengan biaya yang tetap ramah bagi kantong masyarakat lokal.
“Alhamdulillah berdasar Shimacro Institution Ranking kinerjanya di Indonesia terbaik dan juga di Asia Tenggara. Harapannya ini bisa menjadi alternatif mahasiswa atau calon mahasiswa atau remaja yang ada di Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas setara Singapura,” tuturnya.
Ia pun beharap kehadiran prodi baru dan prestasi global, tak hanya menjadi angka di atas kertas. PENS kini lebih diarahkan untuk menjadi problem solver atas masalah nyata di masyarakat, seperti yang sudah mereka buktikan melalui penerapan teknologi tepat guna untuk mengangkat ekonomi peternak di Ponorogo.
“Dengan kolaborasi antara ilmu teknik yang kuat dan strategi bisnis yang tepat, PENS optimis bisa mencetak lulusan yang mampu membawa Indonesia bersaing di kancah global menuju 2045,” pungkasnya. (hk/red)
Tags: PENS, prodi bisnis digital, superradio.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





