Pelajar SD Buat Masker Bermotif Batik

Yovie Wicaksono - 2 October 2020
Pelajar SD Buat Masker Bermotif Batik. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Disela-sela kesibukan mengikuti  kegiatan belajar dari rumah secara daring, para pelajar sekolah dasar (SD) yang tinggal di Perumahan Griya Intan Sari, Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, memiliki cara tersendiri dalam  mengusir kejenuhan.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengikuti kegiatan belajar membatik di butik Numansa Batik. Para pelajar sekolah dasar tersebut  mendapat bimbingan sekaligus pengarahan dari pengrajin batik, mulai dari cara mendesain, membuat pola gambar, mencanting hingga tahap penyelesaian.

Melihat situasi yang saat ini masih dalam masa pandemi, maka sarana yang digunakan untuk membatik yakni menggunakan masker berbahan kain kaos.

Pemilik Numansa Batik, Nunung Wiwin Ariyanti mengatakan, alasan dirinya sengaja melibatkan anak-anak belajar membatik, bertujuan untuk memperkenalkan warisan budaya leluhur bangsa Indonesia yang sudah dikenal sejak turun temurun.

Sementara itu, seorang pengrajin batik, Fitri mengatakan, pihaknya sengaja memberikan edukasi bagaimana cara membuat masker bermotif batik, karena saat ini masker menjadi kebutuhan utama dimasa pandemi.

“Masker sendiri kan saat ini menjadi kebutuhan utama kita, di masa pandemi,” ujar perempuan berusia 36 tahun ini.

Disamping itu, untuk membatik pada kain masker dirasa sangat mudah dan prosesnya tidak memakan waktu lama, yakni cukup satu hari. Lain halnya pembuatan batik untuk baju yang prosesnya bisa selesai 2 minggu bahkan sampai satu bulan lamanya.

Ia berharap dengan adanya pelatihan yang diberikan, nantinya dapat merangsang kreativitas yang mereka miliki untuk memunculkan ide atau gagasan terobosan baru.

Disamping itu mereka dapat mengisi kegiatan positif selama di rumah untuk mengusir  kebosanan, dikarenakan hingga sekarang masih belum diizinkan proses belajar mengajar tatap muka.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini nantinya dapat merangsang kreativitas anak-anak, mengisi kegiatan positif, memperkenalkan batik pada mereka. Karena kita ketahui sekarang ini agak luntur anak-anak sekarang mengenal budaya dan seni, sulit untuk didekatkan. Jika tidak karena kemauan sendiri dari mereka. Maka dari itu perlu kita beri  motivasi untuk menggali bakat yang mereka miliki,” ujarnya.

Adapun motif yang diajarkan berupa gambar animasi, binatang dan tanaman. Namun mereka diberi kebebasan berekspresi diperbolehkan menggambar motif lain yang sesuai yang diinginkan.

Para pelajar yang mengikuti pelatihan membatik ini usia paling belia 10 tahun dan baru duduk dibangku sekolah dasar.

“Sebenarnya kalau membatik ini semua kategori usia bisa melakukanya. Kita beri mereka kegiatan, agar tidak terlalu tergantung pada gadget,” imbuhnya.

Kegiatan belajar membatik ini sebenarnya sudah dilakukan sejak kemarin. Untuk kemarin mereka mendapat pembekalan bagaimana cara mendesain, membuat pola gambar dan  hari ini masuk ke tahap cara mencanting. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.