Poernomo, Spesialis Motor Disabilitas

Yovie Wicaksono - 17 March 2021
Slamet Poernomo (41) saat finishing modifikasi motor roda tiga. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Mengenakan baju merah sembari duduk di atas kursi roda, Slamet Poernomo (41) menatap satu motor roda tiga di depannya. Motor tersebut sebelumnya telah dimodifikasi agar layak dan aman dikendarai disabilitas.

Sebelum diserahkan kepada pemilik, Poernomo harus memastikan kondisi kendaraan secara keseluruhan.

“Saya disabilitas dan juga pemakai motor roda 3, jadi saya mengutamakan kenyamanan customer,” ujarnya kepada Super Radio, Rabu (17/3/2021).

Bapak dua anak ini, mematok harga 5-6 juta untuk modif motor manual dan 6-7 juta untuk motor matic.

Harga diakui Poernomo sedikit lebih mahal dibandingkan bengkel lain lantaran ia tidak ingin merusak keorisinilan motor, kualitas bahan juga dijamin kuat serta sudah diuji coba. Sparepart velg dan gear yang dikenakan juga merupakan barang original, bukan tiruan.

Untuk proses pengerjaan modifikasi motor roda 3, Poernomo memerlukan waktu maksimal 1 bulan. Karena itulah, dalam satu bulan Poernomo maksimal hanya menerima dua motor karena keterbatasan tenaga.

Saat menerima pesanan, ia juga tak langsung menerimanya, melainkan terlebih dahulu menawarkan pelanggan untuk mencoba menggunakan motor roda tiga miliknya, kemudian menanyakan detail kebutuhan agar merasa nyaman saat berkendara.

“Kadang customer datang saya tidak bisa langsung menerima, saya tanya dulu dan saya minta coba motor saya. Karena saya juga harus memikirkan kenyamanan dan kepuasan customer. Kasihan kalau sudah keluar biaya mahal tapi tidak bisa pakai,” kata pria yang juga menjabat Ketua Disable Motorcycle Indonesia (DMI) Surabaya ini.

Kesulitan yang dialami Poernomo selama memodifikasi motor roda 3 ini adalah jika ada pesanan agar motor bisa berjalan mundur.

“Kesulitan lainnya adalah saat menangani motor keluaran terbaru. Mulai dari harga sparepart, bahan hingga biaya modifikasi,” terangnya.

Belajar Otodidak

Ada yang unik dari cerita perjalanan Poernomo sebelum membuka Bengkel Cak Poer di Jalan Keputih gang 3E Nomor 37, Surabaya, Jawa Timur. Selain tidak memiliki latar belakang pendidikan otomotif, ia belajar secara otodidak saat mengelola bengkel motor bersama sang adik pada 2001 hingga 2008.

“Dengan latar belakang pendidikan SMA, saya belajar otodidak saat buka bengkel bersama adik,” kata Poernomo.

Dari sinilah, kemudian Poernomo melakukan modifikasi motor miliknya. Sebagai disabilitas daksa, ia mengubah motornya menjadi roda tiga dan dibuat senyaman mungkin.

Motor inilah yang kemudian menjadi penunjang segala aktivitas Poernomo, hingga kemudian ia bertemu dengan sesama disabilitas yang membuatnya seperti saat ini.

“Dulu saat bertemu dengan Mas Syakur (Ketua Disable Motorcycle Indonesia, Jawa Timur), beliau nanya modifikasi motor roda tiga dimana dan saya bilang kalau modif sendiri. Terus Mas Syakur pesan ke saya untuk di modifkan juga. Nah dari sana baru mulut ke mulut, akhirnya banyak permintaan modif motor roda tiga dan saya buka bengkel sendiri,” ujar Poernomo.

Poernomo kemudian membuka bengkel sendiri. Karena keterbatasan alat, ia bekerjasama dengan bengkel konstruksi dan las untuk pengerjaan beberapa bagian motor.

Bengkel Cak Poer terus berkembang hingga kini. Bahkan, pelanggan tidak hanya berasal dari kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Bahkan, enam unit hasil karyanya ini pernah diekspor ke Timor Leste.

Bengkel Cak Pur yang buka setiap hari sejak 08.00 WIB hingga 17.00 WIB ini pun juga menerima service motor biasa.

Dampak Covid-19

Perkembangan terbaru, situasi pandemi Covid-19, juga berimbas pada pelanggan Bengkel Cak Poer yang sebagian besar mahasiswa dan mereka yang baru saja menjadi difabel.

“Kondisi ekonomi dan kuliah daring, sangat mempengaruhi. Mahasiswa banyak yang pulang kampung,” terang Poernomo.

Jika sebelum pandemi ia sempat menolak pesanan modif motor karena keterbatasan tenaga, kini di tengah pandemi, Poernomo pernah tidak menerima pesanan sama sekali dalam satu bulan.

Ia pun menyadari bahwa kondisi ini tidak hanya menimpa usahanya, melainkan hampir di semua bidang usaha. Oleh sebab itu, ia tetap bersyukur dan berharap pandemi Covid-19 segera berlalu. (fos/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.