Pentahelix, Lima Unsur Kekuatan dalam Membangun Ketangguhan di Jawa Timur

Yovie Wicaksono - 23 November 2021
Sekretaris BPBD Jatim Erwin Indra Widjaja dalam acara Lokakarya Peran Pentahelix Dalam Membangun Ketangguhan di Jawa Timur, Senin (22/11/2021). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Ketangguhan masyarakat dalam mengurangi risiko maupun menghadapi bencana perlu didukung oleh semua elemen yang ada, tidak bisa hanya dilakukan satu pihak saja. Maka dengan konsep ‘pentahelix’ dimana unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu untuk membangun masyarakat yang tangguh bencana.

“Diambil 5 peran ini karena mewakili pentahelix yang menjadi masing-masing unsur dalam penanggulangan bencana. Jadi harus melibatkan peran yang lain untuk sinergi saling memberi dan menutup ruang-ruang kosong satu sama lain,” ucap Sekretaris Dewan Pengarah Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jatim, Rurid Rudianto saat ditemui dalam acara Lokakarya Peran Pentahelix dalam Membangun Ketangguhan di Jawa Timur, Senin (22/11/2021).

Kendati demikian, dengan adanya beragam peran, tentu diperlukan adaptasi untuk dapat bersinergi dan memahami peran satu sama lain. Sehingga pihaknya menyiapkan beberapa langkah guna memperkuat ketangguhan tersebut.

Pertama, pihaknya akan membiasakan komunikasi serta koordinasi antar peran. Kemudian saling menguatkan kapasitas.

“Dengan membiasakan komunikasi saling memahami peran satu sama lain untuk mengurangi bencana itu bisa tercapai,” ujarnya.

Setelah kapasitas diperkuat, maka pentahelix diajak untuk menguatkan advokasi, fokus pada satu objek yang sama yakni bencana.

“Advokasi kita adalah mengajak semua pihak berperan. Jadi semuanya bersifat subjek, objek nya adalah bencana,” ungkapnya.

“Nah harapannya dengan sering bertemu, bisa saling memahami peran satu sama lain, jadi tidak hanya peran dirinya yang ditonjolkan. Saling menguatkan antar unsur kapasitas masing-masing,” imbuhnya.

Sekadar informasi, Lokakarya Peran Pentahelix dalam Membangun Ketangguhan di Jawa Timur ini sebagai tindaklanjut surat SIAP SIAGA tertanggal 17 November 2021, dimana Program SIAP SIAGA bekerjasama dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jatim sedang memfasilitasi proses penyusunan dokumen agenda multipihak untuk penanggulangan bencana di Jatim.

Dimana agenda multipihak ini berisikan gambaran praktik-praktik ketangguhan yang mencakup dimensi luas terkait pelaksanaan program penanggulangan bencana, agenda-agenda tematik, advokasi kebijakan, hingga pengelolaan sumber daya yang tersedia di Jatim.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Erwin Indra Widjaja yang turut hadir dalam acara tersebut mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan peran aktif para peserta. Hal ini menjadi bukti bahwa pentahelix ini memiliki langkah dan tujuan yang sama, yakni mengurangi risiko bencana yang ada di Jawa Timur.

“Harapannya, tentu yang kita inginkan adalah harmonisasi, kegotong royongan yang ingin kita bangun. Bagaimana kita bisa mengurangi risiko ancaman bencana di Jatim ini, karena tugas kita ini banyak sekali,” ujarnya.

“Apa yang disampaikan dan dibahas dalam acara ini nanti akan kita sinkronisasikan dan semoga dengan pertemuan ini bisa menghasilkan bahan renungan bersama, sekali lagi untuk mengurangi risiko bencana yang ada di Jatim,” sambungnya.

Sekadar informasi, acara tersebut dihadiri oleh sekira 50 peserta dari berbagai pihak mulai dari unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Adapun salah satu perwakilan dari unsur media, Super Radio turut terlibat didalamnya. (hk/fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.