Penghayat Kepercayaan Senang Dijanjikan Sekretariat di TMII
SR, Surabaya — Ketua Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Pusat, Naen Soeryono, menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana Kementerian Kebudayaan di bawah kepemimpinan Menteri Fadli Zon untuk mengembangkan kebudayaan nasional.
Naen mengungkapkan, Kementerian telah memberikan sinyal positif dalam menyediakan ruang sekretariat khusus bagi penghayat kepercayaan dan masyarakat adat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, yang diharapkan dapat terwujud dalam 100 hari pertama program kerja.
“Kami baru saja diundang oleh Pak Menteri untuk membicarakan masa depan program kerja penghayat kepercayaan. Saya melihat bahwa kelemahan kita selama ini terletak pada kurangnya sekretariat sebagai pusat pengembangan ide dan dialog bagi masyarakat adat dan penghayat kepercayaan. Maka, kami mengusulkan agar diberikan tempat khusus untuk pengembangan organisasi,” jelasnya kepada Super Radio, di Taman Budaya Surabaya, Jumat (8/11/2024) malam.
Menurut Naen, keeberadaan sekretariat khusus di TMII ini akan menguntungkan dan baik untuk program kerja MLKI kedepan. Sekaligus akan menjadi langkah penting untuk mengembalikan kebudayaan untuk mengukuhkan jati diri bangsa Indonesia.
“TMII memang tempat yang tepat untuk revitalisasi budaya. Dulu dikelola oleh Yayasan Harapan Kita (YHK), lalu diambil alih oleh BUMN,” paparnya.
Dengan pembentukan sekretariat di TMII, diharapkan berbagai organisasi masyarakat adat dan penghayat kepercayaan dapat berkolaborasi dalam program kebudayaan yang mengangkat jati diri Indonesia.
“Dengan adanya arahan dari Kementerian Kebudayaan, TMII kini akan difokuskan kembali sebagai mercusuar kebudayaan Indonesia,” katanya.
Revitalisasi TMII ini tak hanya untuk menampilkan keanekaragaman budaya, tetapi Naen menejelaskan, juga untuk mengatasi tantangan pengaruh budaya asing yang tidak sejalan dengan budaya asli Indonesia.
MLKI, lanjut Naen, juga menyambut baik semangat dan antusiasme Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam upayanya melestarikan kebudayaan nasional. Pihaknya menilai, sinergi antara MLKI dan Kementerian Kebudayaan menjadi langkah tepat untuk mencapai tujuan ini. “Kami merasa program menteri ini sangat penting bagi revitalisasi budaya nasional, dan MLKI akan bekerja sama sebagai mitra untuk mensukseskan program tersebut,” imbuhnya.
Naen berharap, semoga Indonesia bisa kembali kepada kejayaannya dengan tetap mempertahankan kekayaan budaya Nusantara. “Semua itu bisa berhasil kalau adanya kerjasama semua kalangan untuk menyongsong kembalinya budaya asli nusantara ke pangkuan ibu pertiwi Indonesia,” pungkasnya.
Perlu diketahui, setelah tak dipegang Yayasan Harapan Kita (YHK), pengelolaan TMII oleh kemensetneg diserahkan kepada PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (PT TWC) sejak 1 Juli 2021 sesuai Akta Nomor 01 tentang Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara pada Kemensetneg RI. (nio/red)
Tags: fadli zon, MLKI, Penghayat kepercayaan, secretariat, superradio.id, TMII
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





