Pemkot Surabaya Ajak Warga Tanam Cabai dan Bawang jelang Akhir Tahun

Rudy Hartono - 21 August 2025
Gerakan menanam cabai bersama dalam rangka menjaga ketahanan pangan di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, Rabu (20/8/2025). (sumber: antara)     

SR, Surabaya – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengajak masyarakat menjaga ketahanan pangan dengan menanam komoditas pangan cabai dan bawang merah menjelang akhir tahun.

Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti di Surabaya, Rabu (20/8/2025) mengatakan Pemkot Surabaya menggelar gerakan tanam cabai dan bawang serentak yang melibatkan berbagai pihak mulai dari masyarakat umum hingga kelompok tani di lahan Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) Jambangan, Kota Surabaya.

Ia mengatakan inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Urban Farming Competition yang telah berjalan sebelumnya. Gerakan ini sebuah strategi nyata untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di pasar.

“Hari ini tim TPID membuat kegiatan tindak lanjut. Jadi, Urban Farming Competition itu adalah gerakan menanam cabai dan bawang merah,” katanya.

Program ini diawali dengan penanaman 1.100 bibit cabai secara serentak di lahan aset milik Pemkot Surabaya. Penanaman ini dilakukan bersama dengan masyarakat dan anggota TPID. Selain itu, Pemkot juga mendistribusikan bibit cabai dalam jumlah besar kepada masyarakat.

“Kami membagikan kepada seluruh masyarakat melalui kecamatan, kelurahan, RW, dan RT sebanyak 25.000 bibit. Bibit-bibit tersebut diharapkan dapat ditanam di pekarangan rumah, lahan kosong, atau di lingkungan sekitar, sehingga setiap keluarga bisa secara mandiri memenuhi kebutuhan cabai skala kecil,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkot Surabaya juga memberikan dukungan kepada kelompok tani dengan membagikan 6.000 bibit kepada kelompok tani konvensional maupun urban farming.

“Kelompok tani konvensional didorong untuk menanam cabai dan bawang merah di lahan sawah mereka yang lebih luas. Sementara kelompok urban farming memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah mereka,” katanya.

Dengan program tanam serentak, kata dia, Pemkot Surabaya berharap pasokan dari lahan milik pemerintah, kelompok tani, dan pekarangan warga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

“Sehingga, di bulan Desember ketika Natal dan Tahun Baru tidak terjadi kenaikan yang signifikan terkait dengan harga cabai di pasaran di Surabaya. Ini merupakan salah satu strategi TPID untuk mengendalikan inflasi, selain upaya menjaga pasokan dari daerah asal. Dengan memberdayakan masyarakat dan kelompok tani, kebutuhan rumah tangga skala kecil bisa terpenuhi dari hasil panen sendiri, mengurangi tekanan pada pasar,” katanya. (*/ant/red)

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.