Gunung Lorokan Mojokerto Destinasi Favorit Pendaki Pemula

Rudy Hartono - 19 July 2026
Yovinus bersama para pendaki saat berada di Puncak Gunung Lorokan, Sabtu (18/7/2026) (foto: rri)

SR, Surabaya – Gunung Lorokan yang berada di Desa Sendi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, menjadi salah satu destinasi wisata alam yang semakin diminati masyarakat, khususnya para pendaki pemula. Dengan ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung ini menawarkan jalur pendakian yang relatif landai, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga keluarga yang ingin merasakan pengalaman mendaki.

Salah satu daya tarik utama Gunung Lorokan adalah waktu tempuh menuju puncaknya yang relatif singkat. Pendaki hanya membutuhkan waktu sekitar 40 hingga 60 menit untuk mencapai puncak melalui jalur yang tidak terlalu terjal. Karakteristik jalur tersebut membuat Gunung Lorokan menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang baru pertama kali mencoba aktivitas mendaki gunung.

Salah seorang pendaki dari Surabaya, Yovinus Guntur mengatakan bahwa Gunung Lorokan memiliki karakteristik yang sangat sesuai bagi pendaki pemula karena tingkat kesulitan jalurnya tergolong rendah dibandingkan jalur pendakian gunung lainnya.

“Gunung Lorokan sangat ramah untuk pendaki pemula. Jalurnya relatif landai, sehingga tidak terlalu menguras tenaga. Dengan waktu pendakian sekitar 40 hingga 60 menit, pengunjung sudah bisa mencapai puncak dan menikmati panorama alam yang indah,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Selain jalur yang mudah dilalui, suasana alam di sepanjang perjalanan juga menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat menikmati udara pegunungan yang sejuk, pepohonan yang masih rindang, serta panorama alam yang membentang dari ketinggian. Sesampainya di puncak, pendaki dapat menikmati pemandangan kawasan Pacet dan perbukitan di sekitarnya yang menjadi lokasi favorit untuk beristirahat maupun mengabadikan momen.

Menurut Yovi, keberadaan Gunung Lorokan dapat menjadi alternatif wisata alam sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat yang ingin mengenal kegiatan pendakian sebelum mencoba gunung dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Dengan Tracking minimal, pendaki tidak hanya disuguhi pemandangan pegunungan saja, tetapi juga bisa singgah di “air terjun mini” yang airnya segar jernih.

“Bagi yang ingin belajar mendaki atau sekadar menikmati suasana pegunungan, Gunung Lorokan bisa menjadi pilihan. Meski jalurnya mudah, pendaki tetap harus menjaga keselamatan, membawa perlengkapan yang diperlukan, seperti bekal makanan yang cukup dan obat-obatan yang diperlukan, serta menjaga kebersihan lingkungan agar kawasan ini tetap lestari,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap pendaki tetap harus memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan pendakian. Persiapan fisik, penggunaan alas kaki yang sesuai, membawa air minum, dan tidak membuang sampah sembarangan merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan demi kenyamanan dan keselamatan selama berada di kawasan gunung.

“Para pendaki yang naik gunung, jangan lupa selalu membawa kantong plastik untuk menampung sampah dan membawa sampahnya turun kembali. Sebab di Gunung Lorokan ini masih banyak hewan liarnya, seperti Kera atau Monyet. Maka akan kasian jika para pengunjung tidak membawa turun sampahnya, hewan tersebut bisa makan sampah,” jelasnya.

Dengan akses yang mudah dijangkau, waktu pendakian yang singkat, serta panorama alam yang menarik, Gunung Lorokan menjadi salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Mojokerto yang layak dikunjungi.

Keberadaan gunung ini diharapkan dapat memperkenalkan aktivitas pendakian kepada masyarakat secara lebih luas sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan pegunungan. (*/rri/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.