Mengenal 3 Minuman Khas Lamongan
SR, Surabaya – Bagi sebagian orang, mereka rela jauh-jauh berkunjung ke luar kota untuk mencicipi makanan atau minuman khas daerah tersebut. Seperti halnya jika anda berkunjung ke Kabupaten Lamongan, maka anda akan disuguhkan beragam kuliner menarik yaitu minuman khas Lamongan yang dijamin bikin ketagihan.
Berikut adalah tiga minuman khas Lamongan yang perlu anda coba jika berkunjung ke sana.
1. Legen
Legen adalah minuman tradisional yang banyak ditemukan di wilayah Pantura Lamongan, utamanya di Kecamatan Paciran. Legen merupakan minuman yang terbuat dari bunga yang berbentuk sulur dari pohon siwalan jenis betina.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Siti Rubikah, sulur bunga pohon siwalan atau pohon lontar itu dipotong sedikit demi sedikit untuk disadap getahnya. Getah ini kemudian ditampung pada sebuah tabung yang terbuat dari potongan bambu satu ruas, bernama bumbung.
“Nama ‘legen’ berasal dari kata dasar ‘legi’ (Bahasa Jawa), yang berarti manis. Sesuai dengan rasa legen itu sendiri,” ujar Rubikah.
Mengenai waktu penyadapannya, Rubikah menjelaskan, biasanya berlangsung selama semalam, yang dimulai pada sore hari.
Bumbung sebagai wadah penyadapannya itu ditaruh tepat pada bawah bunga pohon siwalan, yang diletakkan oleh petani dengan cara memanjat.
“Satu manggar bunga biasanya menghasilkan 3 sampai 6 tabung legen. Minuman tradisional ini dijual dengan harga Rp5.000 per gelasnya. Banyak ditemukan di warung-warung yang berada di sepanjang jalan raya Paciran,” katanya.
2. Es Dawet Siwalan
Salah satu minuman khas Lamongan yang sangat populer dan begitu dikenal masyarakat adalah es dawet siwalan. Es ini berisikan buah dari pohon siwalan yang dipotong-potong dalam bentuk kecil.
“Es dawet siwalan ini juga minuman khas Lamongan yang banyak diburu oleh masyarakat, karena termasuk jarang ditemui di tempat lain. Di Lamongan, es dawet siwalan ini banyak ditemukan di kawasan Pantura Lamongan,” tutur Rubikah.
Kemudian untuk pembuatannya, es dawet ini menggunakan santan dan sirup gula merah. Rasa es dawet siwalan ini sangat khas, yakni manis, legit, gurih dan segar.
“Es dawet ini tersedia di warung-warung pinggir jalan, khususnya di Kecamatan Paciran. Warungnya merupakan bangunan terbuka yang terbuat dari kayu. Es dawet siwalan dijual dengan harga Rp5.000 per gelasnya,” sebutnya.
3. Es Batil
Mungkin bagi pembaca, nama es batil ini begitu unik. Disebut es batil karena berisikan batil, yaitu makanan yang mirip dengan roti dan terbuat dari tepung beras dan ragi. Es ini begitu laris dan ramai diburu oleh para penikmatnya.
“Es batil ini sangat enak dan segar. Batil ini sekilas mirip roti, terbuat dari tepung beras dan ragi. Batil sebetulnya juga enak jika dimakan secara langsung. Tapi di sini, batil diiris-iris lalu dicampur dengan es dan sirup gula. Es ini juga bisa disebut dengan dawet batil,” papar Rubikah.
Selain berisi batil, es ini juga berisikan buah siwalan yang dipotong-potong kecil mirip dadu. Terdapat juga kacang hijau, dawet hijau, serta agar-agar yang diparut, lalu dicampur santan dan es batu. Satu porsi es batil dijual dengan cukup terjangkau, hanya Rp6.000 per porsinya. (*/vi/red)
Tags: Minuman Khas Lamongan
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.


