Kebakaran di Tahura R. Soerjo Mojokerto Belum Padam
SR, Mojokerto – Memasuki hari keempat, kebakaran yang melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo belum sepenuhnya padam. Namun, area terdampak telah menyusut dengan menyisakan dua hotspot yang berada di wilayah Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.
Kepala UPT Tahura R. Soerjo Agustiningtyas Marini menyebutkan, meski sempat meluas, area terdampak kebakaran perlahan mulai dapat tertangani. Dari sebelumnya terdapat lima titik panas atau hotspot, tiga di antaranya sudah padam per kemarin (17/7). ”Ya, sudah ada pemadaman, alhamdulillah tinggal sekarang dua hotspot,” ungkapnya Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, dua titik api yang masih menyala berada di Resort Konservasi Wilayah (RKW) 06 Mojokerto Barat. Tepatnya di gugusan Pegunungan Anjasmoro, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.
Ia mengungkapkan, lokasi hotspot sulit dijangkau karena terkendala medan yang ekstrem. Sebab, letaknya berada persis di lereng perbukitan. ”Kondisinya lumayan terjal, curam, juga ada di tebing posisinya,” tandas Agustiningtyas.
Sehingga tim pemantau masih standby di Posko Penanganan Kebakaran di Pos Pendakian Bukit Cendono, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet. Namun, pada sore kemarin, upaya pengawasan terhalang oleh kabut tebal. ”Karena kondisi berkabut, asapnya tidak kelihatan. Mudah-mudahan sudah mengecil, baru besok pagi (hari ini, Red) bisa dicek lagi,” bebernya.
Di sisi lain, imbuh dia, tim gabungan juga tetap disiagakan di tiga lokasi hotspot yang sudah tak terdeteksi. Langkah itu dilakukan guna memastikan bahwa sumber api sudah benar-benar padam.
Dikatakannya, sebanyak dua regu telah diterjunkan sejak kemarin untuk melakukan pemadaman kebakaran. Personel gabungan yang melibatkan petugas Tahura R. Soerjo, BPBD, Perhutani, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan ini dikerahkan via Sumber Brantas Resort, Kota Batu.
Jalur tersebut, kata dia, memiliki jarak tempuh yang lebih dekat dengan tiga hotspot. ”Tim I dan tim II sudah turun, yang sisi atas sudah bisa ditangani oleh teman-teman. Tapi, yang tebing-tebing itu tidak bisa dijangkau, tapi karena bahan yang terbakar sudah habis jadi bisa padam,” pungkas dia. (*/red)
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





