Pakisaji Jadi Percontohan Desa Inklusi

Yovie Wicaksono - 20 August 2019
Semiloka Pembangunan Inklusif Disabilitas yang dilakukan pada Kamis (15/8/2019). Foto : (Istimewa)

SR, Malang – Desa Pakisaji ditetapkan sebagai pilot project atau percontohan desa inklusi di Kabupaten Malang. Dukungan Pemerintah Desa terhadap program desa inklusi di Desa Pakisaji, meliputi alokasi anggaran dana desa untuk program pemberdayaan penyandang disabilitas serta acuan program pembangunan berdasarkan masukan dari forum penyandang disabilitas.

Ketua Lingkar Sosial (Linksos) Indonesia, Kertaning Tyas mengatakan, penetapan Desa Pakisaji dilakukan saat Semiloka Pembangunan Inklusif Disabilitas yang dilakukan pada Kamis (15/8/2019) lalu.  “Hasil dari semiloka tersebut adalah Pemerintah Desa Pakisaji sepakat menjadikan desanya sebagai pilot project atau rintisan desa inklusi,” ujarnya, Selasa (20/8/2019).

Setelah ditetapkan sebagai desa percontohan, langsung dibentuk Forum Penyandang Disabilitas Desa Pakisaji yang terdiri dari kelompok penyandang disabilitas, Pemerintah Desa Pakisaji, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat serta stakeholder terkait dalam mewujudkan program desa inklusi. Forum ini nantinya akan sebagai wadah koordinasi.

Selain menetapkan Desa Pakisaji sebagai percontohan desa inklusi, ada beberapa rumusan indikator yang dihasilkan. Yakni, desa inklusi melakukan penguatan dan pemberdayaan penyandang disabilitas, melalui implementasi program desa yaitu, aspek kebijakan dan perencanaan yang mengikutsertakan penyandang disabilitas dalam penyusunan kebijakan desa termasuk penyusunan RPJM Desa.

Sedangkan di aksi sosial dan politik,  harus mengikutsertakan penyandang disabilitas dalam kegiatan sosial, ekonomi dan politik, serta aspek pendidikan dan penyadaran yang mengikutsertakan penyandang disabilitas dalam pelatihan-pelatihan sesuai kebutuhan penyandang disabilitas.

“Desa inklusi mendorong mewujudkan inklusi sosial di level desa yang juga telah menjadi salah satu isu Sutainable Development Goals (SDGs)/Pembangunan Berkelanjutan, yaitu data akurat tentang jumlah disabilitas dan kebutuhannya, adanya forum komunikasi penyandang disabilitas, partisipasi penyandang disabilitas dalam pembuatan regulasi desa, serta peningkatan  atau kemudahan aksesibilitas fisik,” kata pria yang akrab disapa Ken ini.

Sekedar informasi, sebagai upaya untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang lebih dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs), Lingkar Sosial Indonesia menggelar Semiloka Pembangunan Inklusif Disabilitas atau Disabillity Inclusive Development (DID) di beberapa desa di Kabupaten Malang dengan tujuan untuk menginisasi terbentuknya desa-desa inklusi. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.