Menko Perekonomian Saksikan 800.000 Debitur Dapat Pinjaman KUR

Rudy Hartono - 22 October 2025
Menko Airlangga juga meresmikan peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) yang didanai KUR, di Surabaya, Selasa (21/10/2025).  (sumber: rri)   

SR, Surabaya – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pahlawan ekonomi Indonesia.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar dalam sejarah Indonesia, yang menjangkau 800.000 debitur di seluruh provinsi, Selasa (21/10/2025).

“Bapak Ibu adalah pahlawan ekonomi kita. Para UMKM, entrepreneurs, penerima KUR dan KPP, semua adalah ujung tombak ekonomi rakyat,” ujar Menko Airlangga dalam sambutannya mewakili Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga meresmikan peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) dan menyaksikan penandatanganan akad KUR secara simbolis oleh sejumlah debitur dari berbagai sektor usaha. Kegiatan ini berlangsung terpusat di Surabaya dan serentak di 38 provinsi di Indonesia.

Sebanyak 2.000 debitur hadir secara langsung di Surabaya, sementara di masing-masing provinsi lain hadir minimal 1.000 debitur secara luring. Momentum ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan produktif dan menciptakan euforia ekonomi kerakyatan nasional.

Hingga 17 Oktober 2025, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp217,20 triliun atau 76,86% dari target, menjangkau 3,69 juta debitur. Tingkat kredit bermasalah (NPL) tetap terkendali di angka 2,28%, lebih baik dari rata-rata nasional sebesar 4,55%.

Keberhasilan KUR juga terlihat dari 926.742 debitur yang berhasil naik kelas, serta penambahan 2,34 juta debitur baru selama sembilan bulan pertama tahun ini. Riset BRIN mencatat, setiap debitur KUR rata-rata menciptakan tiga lapangan kerja baru, berkontribusi pada penyerapan 12,8 juta tenaga kerja per tahun.

“Program ini bukan hanya soal angka, tapi dampak nyata di masyarakat. KUR membentuk transformasi ekonomi yang menyentuh jutaan keluarga,” jelas Airlangga.

Sektor pertanian dan perikanan menjadi prioritas dengan alokasi Rp85,76 triliun atau 39,49% dari total realisasi KUR. Sebanyak Rp8,33 triliun telah disalurkan kepada 162.736 petani dan nelayan, memperkuat swasembada pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo.

Pemerintah juga menyiapkan pembiayaan produktif lain dengan plafon Rp300,77 triliun pada 2025. Di antaranya KUR Rp282,57 triliun, Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian, Kredit Industri Padat Karya, dan Kredit Program Perumahan Rp17,25 triliun.

Menutup acara, Airlangga menegaskan bahwa kegiatan ini adalah simbol nyata transformasi visi Presiden menjadi aksi. “Dengan kerja sama lintas sektor, program ini akan menjadi penggerak utama ekonomi produktif Indonesia,” katanya mengakhiri.​ (*/rri/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.