Megawati – Xanana Gusmao Bahas Kerja Sama Atasi El Nino

Rudy Hartono - 11 July 2026
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (tengah) bersama Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, Jumat (10/7/2026) di Palm Springs, Dili, Timor Leste.(net) 

SR, Jakarta – Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengusulkan kerja sama antara Indonesia dan Timor Leste melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Usulan itu disampaikan Megawati saat bertemu Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao dalam agenda makan siang kerja (working lunch) di Palm Springs, Dili, Jumat (10/7/2026).

Megawati mengatakan, kerja sama melalui BRIN diperlukan karena Indonesia dan Timor Leste sama-sama menghadapi ancaman perubahan iklim sebagai negara kepulauan. “Termasuk gejala El Nino dan risiko kekeringan,” ucap Megawati dikutip dari siaran pers, Jumat (10/7/2026).

Untuk kerja sama di bidang maritim dan perubahan iklim ini, Megawati berencana mengutus pakar kelautan sekaligus Ketua DPP PDI-P Rokhmin Dahuri guna menyusun langkah antisipasi bersama.

Pertemuan Presiden Prabowo-PM Wong, RI-Singapura Sepakat Perkuat Keamanan Selat Malaka Artikel Kompas.id Pertemuan Presiden Prabowo-PM Wong, RI-Singapura Sepakat Perkuat Keamanan Selat Malaka.

Melalui kolaborasi tersebut, kedua negara diharapkan dapat menyusun langkah bersama untuk mengantisipasi dampak El Nino hingga risiko kekeringan. Selain itu, Megawati juga mengusulkan kerja sama melalui BPIP untuk mengembangkan kajian nasionalisme komparatif, yang menghubungkan pemikiran Bung Karno dan Xanana Gusmão.

Menurut dia, kedua tokoh memiliki benang merah berupa semangat pembebasan dari kolonialisme yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di kedua negara.

“Kerja sama ini juga penting untuk menumbuhkan kembali minat membaca buku fisik di kalangan generasi muda yang kini mulai tergerus arus digitalisasi,” kata Megawati Selain BRIN dan BPIP, Ketua Umum PDI-P ini juga menawarkan kerja sama antarlembaga kepartaian.

Megawati menyatakan partainya siap berbagi pengalaman mengenai pelembagaan partai dan sistem kaderisasi kepada partai-partai politik di Timor Leste. “PDI Perjuangan membuka pintu lebar untuk berbagi pengalaman pelembagaan partai dan penguatan kaderisasi dengan partai politik di Timor-Leste, khususnya CNRT,” jelas Megawati.

Lebih lanjut, Megawati juga mengusulkan agar semangat Dasasila Bandung diangkat menjadi mekanisme tetap ketika Timor Leste memegang Keketuaan ASEAN pada 2029 mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao menyambut baik kunjungan Megawati dan mengenang perannya dalam proses rekonsiliasi kedua negara. Dia bahkan menegaskan hubungan Indonesia dan Timor Leste kini semakin erat.

“Anda menunjukkan kepada dunia bahwa mantan pihak yang berseberangan dapat memilih jalan perdamaian dan martabat. Hari ini, Timor-Leste tidak memiliki sahabat yang lebih dekat daripada Indonesia,” kata dia.

Sebelumnya, dalam rangkaian kunjungannya ke Dili, Megawati menerima penghargaan tertinggi Pemerintah Timor Leste, Grande Colar da Ordem de Timor Leste, di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Kamis (9/7/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Megawati dalam memperkuat persahabatan, dialog, dan normalisasi hubungan bilateral Indonesia dengan Timor Leste setelah negara itu meraih kemerdekaan.  (*/ant/red)

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.