PDI Perjuangan Jatim Rayakan Harlah Pancasila Bareng Tukang Becak dan Satgas
SR, Surabaya – Tak bermewah-mewahan, PDI Perjuangan Jatim pilih rayakan Hari Lahir Pancasila bersama tukang becak dan satgas loyalis.
Hal ini tampak dari gelaran peringatan Harlah Pancasila di kantor DPD, pada 1 Juni 2026. Dimana perwakilan satgas dan paguyuban becak diberi keistimewan untuk menerima potongan tumpengnya.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Deni Wicaksono menegaskan, hal ini sengaja dilakukan sebagai wujud nyata penghargaan partai pada wong cilik. Seperti pidato Bung Karno yang disampaikan pada 1 Juni 1945.
“Dan tidak ada lagi yang kaya-kaya sendirian, yang miskin menderita tanpa dipedulikan. Kita harus mengedepankan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, ujarnya mengutip pidato Bung Karno.
Hal ini, lanjutnya, juga sejalan dengan amanat partai. Dimana kader-kader dan para putra ideologis Bung Karno harus betul-betul mengamalkan tiap butir pancasila. Memperjuangkan cita-cita Indonesia untuk sejahtera.

Militansi kader harus bersatu, menjadi kekuatan partai untuk membersamai wong cilik, dan membrantas ketidakadilan. “Sebagai anak-anak ideologis Bung Karno bisa terus menjaga amanatnya, bisa terus menjaga apa yang beliau cita-citakan agar Indonesia bisa sejahtera dan keadilan bisa dirasakan oleh seluruh rakyat,” tuturnya.
“Semangat dan militansi kita sebagai kader Kader BDI Perjuangan sebagai putra-putra ideologis Bung Karno semoga terus tetap menjadi satu barisan, satu rumah besar PDI Perjuangan,” imbuhnya.
Sementara itu, anggota paguyuban becak, Sukadi (94) yang menerima potongan tumpeng turut mengungkapkan pengalamannya. Ia mengaku bersyukur partai masih peduli, sehingga ia bisa merasakan khidmatnya merayakan Harlah Pancasila.
Menurut pria yang sudah 75 tahun bergabung di Paguyuban Becak itu, PDI Perjuangan adalah partai politik yang betul-betul menghargai loyalisnya. “Tumpengnya itu ya sudah cukup sudah enak semua sudah rata sama-sama makan, senang karena kita tidak dibeda-bedakan,” tuturnya.
Ia pun berharap momen Harlah Pancasila ini menjadi pengingat agar dasar negara itu tak sekadar dihafal, tapi juga diterapkan. “Pancasila masih tegak, iya, tapi orangnya gak tegak,” pungkasnya.
Sekadar informasi, rangkaian Harlah Pancasila turut dihadiri jajaran pengurus, anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, dan para kader. Kegiatan diawali dengan upacara dan berakhir dengan tumpengan di aula lantai 2 kantor PDI Perjuangan Jatim. (hk/red)
Tags: 1 juni, hari pancasila, pdip jatim, superradio.id, tumpeng
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





