Bapenda Jatim Imbau Masyarakat Selesaikan Tunggakan PKB

Yovie Wicaksono - 12 December 2019
Ilustrasi.

SR, Surabaya – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Timur, Boedi Prijo Suprajitno mengimbau masyarakat Jatim agar segera menyelesaikan tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).  Pasalnya, program pemutihan yang diberikan Pemprov Jatim akan ditutup Sabtu (14/12/2019).

“Antusiasme masyarakat cukup tinggi dalam memanfaatkan program ini. Kenaikan penerimaan pajak meningkat  dibandingkan perolehan tahun lalu dan target tahun ini,” ujarnya, Kamis (12/12/2019).

Meski demikian, Boedi mengaku pihaknya tetap akan mengoptimalkan layanan untuk memudahkan para wajib pajak yang akan membayar PKB atau mengurus  Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) ke-2. 

Ia menambahkan optimalisasi layanan pembayaran pajak akan digalakkan unit pelaksana teknis (UPT) dan kantor bersama Samsat se Jatim. 

“Kami akan selalu melakukan pengecekan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat dan baik,” katanya.

Boedi berharap agar masyarakat yang ingin membayar pajak tidak menunda lagi, karena Sabtu mendatang program ini sudah ditutup. Ia memastikan akan ada antrian panjang saat menjelang penutupan. 

“Karena memang masyarakat memang lebih banyak memanfaatkan program ini menjelang program berakhir,” tuturnya.

Lebih lanjut, Boedi mengatakan hingga saat ini total penerimaan mencapai Rp 506,3 miliar dari 1.151.609 Surat Ketetapan Pajak (SKP) wajib pajak. Penerimaan tersebut cukup menggembirakan karena perbandingannya jauh dari potensi lost yang mencapai Rp 102,9 miliar. 

“Dengan potensi 872.234 SKP mampu menghasilkan penerimaan Rp 330,1 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, potensi yang diterima dari pembebasan BBNKB ke-2 sebesar Rp 147,4 miliar dengan potensi lost Rp 94,1 miliar dan total SKP 194.649 wajib pajak. Sedangkan untuk pembebasan sanksi administrasi PKB kepada 84.726 wajib pajak mampu mendapatkan penerimaan sebesar Rp 28,7 miliar dengan potensi lost Rp 8,8 miliar.

Tingginya penerimaan pajak ini sekaligus menjadi tolak ukur kesadaran wajib pajak semakin meningkat. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah banyak masyarakat terbantu untuk melunasi kewajibannya melalui pemutihan ini. 

“Potensi kendaraan yang selama ini tertidur karena didaftarkan ulang akhirnya terbangunkan. Ke depan, ini menjadi potensi yang baik untuk keberlanjutan pembayaran pajak,” tandasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.