Maklumat Lirboyo, 7 Juli Mulai Proses Belajar

Yovie Wicaksono - 5 June 2020
Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur. Foto : (Istimewa)

SR, Kediri –  Sebelum rencana dibukanya kembali kegiatan proses belajar mengajar, para Masyayikh Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri, Jawa Timur, mengeluarkan maklumat pada Jumat (5/6/2020) siang. Terdapat delapan poin maklumat yang dituliskan, diantaranya tentang kegiatan belajar mengajar yang rencananya akan dimulai pada 7 Juli 2020.

Pengembalian santri induk dan unit akan dilaksanakan secara bertahap mulai 20 Juni 2020, sesuai dengan jadwal dan teknis yang ditetapkan. Selain itu, para santri lama maupun baru diwajibkan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Terkait pendaftaran santri, akan dimulai pada 20 Juni 2020. Proses kedatangan para santri wajib diantar oleh Wali Santri (tidak boleh menggunakan angkutan umum) atau mengikuti jadwal rombongan daerah. Pemberangkatan guru bantu dilaksanakan secara bertahap mulai 20 Juni 2020 dengan jadwal dan teknik yang diatur Lembaga Ittihadul Muballighin.

Terakhir, dalam poin ke delapan disebutkan jika maklumat ini bisa berubah menyesuaikan dengan situasi perkembangan.

Maklumat tersebut ditandatangani secara langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH Anwar Mansur dan KH Abdulloh Kafabihi Mahrus selaku Ketua Umum PP Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal).

Salah satu keluarga dari Pengurus Ponpes Lirboyo Kediri, KH Oing Abdul Muid Shohib membenarkan tentang keluarnya maklumat dari para Masyayikh tersebut.

“Iya tadi ba’da Jumat, para Masyayikh Lirboyo menyampaikan maklumat, intinya kegiatan belajar mengajar Lirboyo diundur satu bulan. Mestinya kan pertengahan Syawal. Kedatangan santri dari rumah ke pondok dimulai tanggal 28 Syawal atau 2 Minggu dari sekarang,” ujarnya, Jumat (5/6/2020).

“Mulai sekarang diharapkan mereka melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Mengikuti protokol pemerintah,” imbuhnya.

Kedatangan para santri ini akan dilakukan secara bergelombang, teknis protokol kesehatan, menurutnya masih dibahas dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri.

Ia mengatakan, gambaran teknisnya, kemungkinan santri yang datang tidak diperkenankan langsung masuk ke pondok, melainkan harus menjalani isolasi terlebih dahulu.

“Nanti disini apakah perlu isolasi atau tidak nanti kita konsultasikan dengan Gugus Tugas Kota Kediri. Cuman kemarin gambarannya, sebelum masuk ke pondok ditransitkan di ruang isolasi dulu 14 hari, baru masuk ke pondok. Dan ini pun secara bertahap menyesuaikan fasilitas kesehatan,” pungkas pria yang akrab disapa Gus Muid ini.

Sementara itu, jika dilihat dari media sosial Instagram Lirboyo Kediri tertulis santri yang rencananya akan datang pada 20 Juni 2020 adalah yang berasal dari daerah Kediri, Nganjuk, Blitar, Trenggalek, Tulungagung dan Jombang. Untuk santri dari daerah lain akan diinformasikan selanjutnya.

Sementara itu, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Polres Kediri Kota dan Kodim 0809 Kediri  hingga sekarang masih terus berkoordinasi dengan pihak pondok untuk menggodok aturan tentang protokol kesehatan yang nantinya akan diterapkan.

“Namun demikian saat ini Pemkot Kediri, Polres Kediri Kota maupun Kodim sudah melaksanakan koordinasi dengan sejumlah ponpes yang ada di Kota Kediri, termasuk didalamnya adalah Ponpes Lirboyo. Koordinasi awal sudah kita lakukan, saat ini kita lakukan persiapan di dalam pondok. Karena antisipasi apabila nantinya santri akan kembali kesini, segala prasarana yang dibutuhkan protokol kesehatan sudah dipersiapkan,” ujar Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.