Pemkot Surabaya Berikan Penghargaan untuk Lima Kampung Produk Unggulan Terbaik
SR, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI), memberikan piagam penghargaan kepada lima kampung terbaik yang memiliki produk UMKM unggulan, yang mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sampai tembus Pasar Internasional. Utamanya, pada pemberdayaan ekonomi yang digerakkan oleh perempuan di Kota Surabaya
Penghargaan bertajuk “Communal Branding Festival dan Awarding Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KAS-RPA)” ini diberikan secara langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi kepada masing-masing perwakilan dari lima kampung terbaik yang memiliki produk UMKM unggulan di Taman Surya, Balai Kota, Minggu (26/11/2023).
Kelima kampung tersebut adalah Kampung Wisata Heritage Peneleh, Kampung Ayam Jago Jambangan, Kampung Bakat Sukomanunggal, Kampung Batik Viaduct Gubeng, dan Kampung Dorang Cinta Krembangan.
Eri Cahyadi mengatakan, communal branding yang didampingi oleh GNI bersama stakeholder lainnya sangat luar biasa. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan oleh GNI membuat UMKM Kota Surabaya semakin naik kelas.
“Jadi mulai dari branding-nya, cara menjualnya, hingga terkait dengan (mengatur) keuangannya, sangat luar biasa. Disetiap Surabaya selatan, timur, hingga utara itu terbentuk dengan karakteristiknya masing-masing,” kata Eri.
Eri mengaku bangga atas keberhasilan para pelaku UMKM yang mendapatkan penghargaan hari ini. Sebab, UMKM tersebut ternyata tidak hanya fokus pada peningkatan ekonomi warga. Akan tetapi, juga bergerak di bidang sosial.
“Mereka mengatakan, ketika hasilnya naik, mengurangi (menyisihkan) sedikit pendapatannya untuk disumbangkan kepada yayasan kanker. Terima kasih juga kepada semua pihak dan stakeholder yang menggerakkan sudah ikut serta membranding UMKM di Kota Pahlawan,” ujarnya.
Wali kota yang akrab dengan sapaan Cak Eri Cahyadi itu mengungkapkan, Pemkot Surabaya terus mendorong kampung-kampung tematik yang mendapatkan penghargaan tersebut untuk dijadikan kampung wisata ke depannya. Cak Eri juga menargetkan, produk-produk UMKM yang ada di lima kampung tadi bisa terus dikembangkan hingga mampu menjangkau pasar nasional dan internasional.
“Ini kita dampingi terus, agar mereka terus semangat, sehingga menarik saudara-saudara lainnya yang nantinya bisa menjadi pegawai di tempatnya mereka. Jadi, UMKM Surabaya untuk masyarakat Kota Surabaya, sehingga bisa menarik warga lainnya untuk bekerja,” ungkapnya.
Cak Eri berharap, pelaku UMKM terutama yang digerakkan oleh perempuan bisa memiliki penghasilan untuk membantu keluarganya. Ia menegaskan, perempuan memiliki kemampuan yang sama dengan laki-laki dalam menggerakkan ekonomi di dalam sebuah keluarga.
“Dengan kemampuan itu, maka (perempuan) akan memiliki semangat dan keyakinan. Maka saya yakin dengan begitu (perempuan) juga akan memiliki anak-anak yang berbahagia,” imbuhnya.
Sementara itu ditempat yang sama, Country Director Yayasan GNI, Setyo Warsono mengatakan, GNI tidak hanya mendorong pemberdayaan ekonomi UMKM melalui project communal branding saja. Akan tetapi, project ini juga untuk menggerakkan pelaku UMKM untuk menyisihkan keuntungan usahanya sebesar 2,5-10 persen dari dana pembinaan yang diberikan oleh GNI kepada UMKM untuk upaya perlindungan anak dan perempuan.
“Di malam ini dibuktikan dengan menyisihkan 2,5-10 persen dana pembinaan dari GNI untuk diberikan kepada Yayasan Kanker Indonesia,” tandas Setyo yang diwakili oleh Sekretaris GNI Rina Satdewi. (ag/red)
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.







