Puan: Pendidikan Tinggi Harus Jadi Pendobrak Perubahan Zaman

Yovie Wicaksono - 2 June 2021
Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan bahwa pendidikan tinggi harus memberikan kontribusi lebih pada masyarakat, bangsa, dan negara, Dia menginginkan perguruan tinggi mengambil peran sebagai pilar yang siap dan menghadirkan perubahan zaman. 

“Kita ingin institusi pendidikan tinggi justru menjadi pendobrak yang menghadirkan perubahan zaman, dan bukannya digulung oleh ombak perkembangan zaman,” kata Puan, dalam webinar Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia yang mengangkat topik “Meninggalkan Menara Gading” dengan tema diskusi “Pendidikan Indonesia untuk Masa Depan Bangsa dan Kemanusiaan”, Rabu (2/6/2021).

Alumni Fisip Universitas Indonesia itu menyampaikan, pendidikan tinggi  jangan menjadi menara gading atau tempat seseorang belajar sambil memisahkan dirinya dari masyarakat. Puan berharap instansi pendidikan tinggi membuka diri agar siap menghadapi cepatnya perkembangan zaman.

“Kita tidak ingin institusi pendidikan tinggi hanya menjadi seperti pabrik gelar-gelar akademis,” ungkap Puan.

Politisi PDI Perjuangan itu menuturkan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, salah satu tujuan dari pendidikan tinggi adalah terwujudnya pengabdian kepada masyarakat berbasis penalaran dan karya penelitian untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bahkan Tridharma Perguruan Tinggi secara jelas menyebutkan bahwa salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat.

“Artinya institusi pendidikan tinggi tidak bisa hidup hanya di dalam batasan dinding-dinding kampus atau di dalam menara gading,” ujar Puan.

“Institusi pendidikan tinggi harus hidup di tengah masyarakat, mengakar kepada ilmu pengetahuan, dan berbuah untuk kebaikan bangsa dan Negara,” sambung putri Taufiq Kiemas tersebut.

Puan melanjutkan, instansi perguruan tinggi harus sigap merespons perubahan zaman, revolusi industri, artificial intelligence, dan harus mampu mencetak generasi intelektual yang nasionalis serta memiliki jiwa pengabdian dalam memberikan solusi pada berbagai tantangan. Terlebih dalam merespons perkembangan teknologi yang semakin cepat penggunaannya dengan adanya pandemi Covid-19.

“Dengan gotong royong kita jadikan institusi pendidikan tinggi menjadi tempat lahirnya solusi-solusi terbaik atas persoalan-persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, tempat lahirnya manusia-manusia terbaik bangsa,” ujarnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.