Mahasiswa UK Petra dan Silpakorn University Gelar Pameran Arsitektur

Yovie Wicaksono - 22 November 2022

SR, Surabaya – Mahasiswa Arsitektur Universitas Kristen (UK) Petra dan mahasiswa Silpakorn University menggelar pameran bersama dengan tajuk “Projecting Cities; Bangkok and Surabaya”.

Pameran yang digelar pada 17 November hingga 1 Desember 2022 itu diselenggarakan di gedung Q kampus UK Petra, Jalan Siwalankerto 121-131, Surabaya, pukul 09.00-15.00 WIB. 

“Para mahasiswa dua negara ini mulai mengerjakan proyek bersama selama satu semester gasal 2022/2023. Fokusnya mengangkat mengenai revitalisasi kawasan Pecinan di kota Bangkok dan Surabaya,” kata dosen UK Petra selaku penanggung jawab acara, Rully Damayanti, Senin (21/11/2022).

Rully menambahkan, kelas diadakan secara online maupun onsite, yang dibagi menjadi empat kelompok dimana mahasiswanya dicampur menjadi satu. “Jadi para mahasiswa beda negara ini diminta merencanakan dan mendesain bagian dari kawasan tua baik di Surabaya dan Bangkok seluas kurang lebih 30 hektar,” rinci Rully. 

Di UK Petra sendiri ini masuk dalam mata kuliah Studio Merancang 7 untuk mahasiswa semester 7. Sementara di Silpakorn University ini merupakan kelas studio desain bagi mahasiswa tahun ke-5. Kolaborasi ini menjadi pengalaman pertama dan menyenangkan. 

“Ini menjadi tantangan yang sangat menarik bagi kami. Tak hanya belajar budaya masing-masing untuk membuat proyek arsitektur saja akan tetapi juga belajar budaya kerja studio masing-masing negara. Kolaborasi ini merupakan inspirasi besar dan kami siap melanjutkan kerja sama lebih lanjut,” kata dosen pengampu dari Silpakorn University, Apiradee Kasemsook.

Studio kolaborasi ini ditutup dengan pameran yang akan menampilkan 14 desain kawasan dalam bentuk maket dan gambar. 

Untuk kawasan Pecinan kota Bangkok, yang menjadi targetnya adalah Talad Noi yang merupakan kawasan budaya bersejarah bagi penduduk keturunan China yang menggeliat kembali setelah menjadi area perdagangan dan fasilitas kreatif bagi turis. 

Sementara itu yang menjadi target di Surabaya adalah Kembang Jepun. Para mahasiswa tetap menjaga bangunan cagar budaya dan tak lupa mengkombinasikan dengan bangunan dengan aktifitas yang lebih modern. Tujuannya agar kawasan tersebut lebih hidup dan tidak menjadi kawasan mati saat malam hari. 

Strateginya dengan mengangkat karakter budaya Pecinan seperti bentuk atap, masa bangunan dan langgam arsitektur. Dilengkapi fasilitas seperti museum, co-working space, dan pasar modern.

Desain para mahasiswa pun cukup beragam, yang jelas mereka tetap mempertahankan karakter asli kawasan Pecinan serta menambahkan potensi aktifitas industri kreatif. Misalnya dengan manambahkan fasilitas kegiatan seni seperti galery, cafe tematik, hotel butik, hingga taman budaya, dengan menggunakan metode infill design yaitu pengembangan yang tidak menghancurkan. (*/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.